Monday, March 17, 2014

RASA ITU LAGI

PATAH HATI


Kini kudapati rasa itu lagi
Sebuah rasa yang merobek-robek hati
Ah, sepertinya aku  tidak dapat menulis
Mataku buram oleh deraian air mata
Ku saksikan air mataku jatuh satu satu
Pilu, sedih, sepi, dan sendiri 

Apakah kau dengar?
Bunyi air mataku yang jatuh 
Kakiku basah oleh air mataku
Kenyataan ini mengoyak hatiku
Mencabik-cabik batinku
Teganya kamu memberiku harapan palsu

Kini kudapati rasa itu lagi 
Mengapa ya ini terjadi lagi padaku?
Aku merasa tak rela dibohongi
Ketika kukatupkan mataku
Sepertinya memeras air mataku 
Keluar lebih banyak lagi

Aku tak sanggup dengan rasa sakit ini
Seakan mengoyak luka-luka lama
Menaburi dengan garam-garam baru
Pedih, perih, sepi, dan sendiri
Pernahkah kau rasakan yang seperti ini?
Mengapa kau timpakan rasa ini padaku?

0 comments: