Rose is love

Mawar identik dengan cinta karena mawar bisa mengungkapkan betapa indahnya cinta, betapa romantisnya cinta.

Wanita

Wanita ibarat kelembutan yang rapuh, namun wanita memiliki kekuatan yang dasyat tak terkira.

Solo

Solo atau Surakarta merupakan kota eks karesidenan di Jawa Tengah. Solo adalah kota yang sangat berkembang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Embun Pagi

Embun menetes tiap pagi hari, menyentuh dedaunan, bunga-bunga, dan segala permukaan di bumi. Embun sungguh menyejukkan hati kita, membeningkan pikiran kita.

Kucing

Kucing adalah hewan yang paling menyenangkan. Tingkah polahnya yang lucu bisa menghalau galau dan menggantikannya dengan senyum bahkan tawa.

Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Perhatian Seorang Papa

Perhatian Seorang PAPA

Membaca status di facebook yang aku bagikan di bawah ini mengingatkanku pada hari ultah anakku yang jatuh pada tanggal 25 Mei 2014 tepat di Hari Minggu.  Itu merupakan ultahnya yang ke-lima belas, sudah remaja. Tak ada perayaan apapun. Papanya berada di Jakarta dan kami berdua tinggal di Solo. Meskipun kami sudah bercerai, namun di hari ultah anak seharusnya dia paling tidak mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi sekedar ucapan pun tak ada, apalagi kedatangannya ataupun hadiahnya. Aku sungguh prihatin dengan hal ini, juga kasihan pada anakku. 

Sebagai seorang remaja puteri tentu perhatian dari ayahnya sangat dibutuhkan. Meski tak teucapkan tetapi aku paham bahwa dia membutuhkan figur seorang ayah. Dulu sewaktu masih kecil bila ada tamu pria, maka dia akan bertindak caper (cari perhatian). Maklumlah papanya bertugas di luar kota bahkan luar pulau, jadi kehadirannya di rumah sangat jarang. Namun sekarang, aku sangat menjaga diriku dari fitnah bila ada teman pria yang datang ke rumah. Untuk itu sebisa mungkin aku batasi kedatangan tamu pria.

Kembali ke masalah ultah tadi. Alasannya kenapa papanya tidak menelpon adalah karena HP anakku tidak bisa dihubungi, maklumlah kehabisan pulsa langganan. Dia, papanya tak sudi bila harus menelpon lewat HP-ku. Ya sudahlah, sebuah alasan yang tak masuk di akal sehat. 

Beruntunglah bahwa di hari ultahnya ada seorang yang baik hati mengucapkan bahkan menyanyikan "Happy Birthday" lewat HP ke anakku. Anakku sampai tertawa-tawa mendengar temanku menyanyikan lagu ultah. Temanku yang dipanggil oom oleh anakku  ini tinggal di Jakarta juga, cukup sering menelpon anakku. Aku dan anakku berucap terima kasih padanya.

Status facebook tersebut adalah sebagai berikut:

SAYA INGIN BELI WAKTU PAPA

Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang cukup terkenal di Jakarta, memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra kedua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekerja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Leo putra pertamanya di temani Bik Yati, pembantunya menyambut digerbang rumah.

“Kok belum tidur Leo?” sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.
“Leo menunggu papa pulang, Leo mau tanya, gaji papa itu berapa sih Pa?” kata Leo sambil membuntuti papanya.
“Ada apa nih,kok tanya gaji papa segala?”
“Leo cuma pingin tahu aja kok pah?”
“Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp.600.000,-, nah selama sebulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?”
“Sehari papa kerja berapa jam Pa?”
“Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu.”

Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertanya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.
“Kalau begitu,satu bulan Papa di gaji Rp.15.000.000,-,yah Pa? Dan satu jam papa di gaji Rp.60.000,-.” Kata Leo setelah mencoret-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.

“Nah, pinter kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu bobok.” Perintah Steven,namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang berganti pakaian.
“Pah, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp.5.000,- saja?” tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan kepalanya.
“Sudahlah Leo,nggak usah macam-macam, untuk apa minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok aja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo tidur supaya besuk tidak terlambat ke sekolah!”
“Tapi Pah…”
“Leooo!!! Papa bilang tidur!” bentak Steven mengejutkan Leo.

Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: “Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo.” ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.

“Nah katakan pada Papa,untuk apa sih perlu uang malam-malam begini. Besok kan bisa, jangankan Rp.5.000,- lebih banyak dari itupun akan papa kasih.”
“Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalu Leo udah menabung lagi dari uang jajan Leo.”
“Iya, tapi untuk apa Leo?” tanya Steven dengan lembut.
“Leo udah menunggu papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo ingin beli waktu Papa.”

“Lalu.” tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.
“Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp. 25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam papa dibayar Rp.60.000,- maka untuk setengah jam berarti Rp. 30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada papa.” Kata Leo polos dengan masih menyisahkan isakannya yang tertahan.

Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka, namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.

Menurut cerita di atas si anak ingin ditemani main ular tangga tiga puluh menit saja karena selama ini ayahnya tidak ada waktu untuk anaknya. Untuk itu si anak ingin membeli waktu ayahnya yang tiga puluh menit itu. Ini tentang kehadiran.  

Bagaimana dengan masalah telpon? Apakah sebelum ultah anakku harus kirim pulsa dulu ke papanya agar saat anakku ultah papanya bisa menelpon? Lalu di mana letak perhatian seorang PAPA?


Inspirasi dari sini.

Cinta Sendirian


Cinta Sendirian


Ada apa ya dengan Si Tampubolon ini, sehingga Syahrini mengajaknya berduet? Mereka menyanyikan sebuah lagu cinta dengan gerak tubuh yang lumayan romantis. Teman duetnya kali ini adalah Marully Tampubolon, putra pengacara kondang Juan Felix Tampubolon. Hmm ....... 

Lagu yang mereka nyanyikan berjudul "Cinta Sendirian" menceritakan tentang seseorang yang sangat mengagumi sang pujaan hatinya, sampai tak merasa bosan memandangi fotonya tiada henti. Namun dia hanya memendam rasa saja karena tidak berani mengungkapkannya. 

Kurasa lagu ini setelah dinyanyikan berdua agak tak sesuai dengan liriknya. Nyatanya sang pujaan hati telah mengetahui isi hatinya, bukan? Tapi mengapa judulnya masih cinta sendirian, harusnya menjadi cinta berduaan, he he he .... ngarep ya?

Lirik lagu ini tak beda jauh dengan apa yang kurasakan terhadap seseorang. Seseorang itu kukenal lewat facebook, makanya sesuai benar liriknya tentang foto (profil) itu:

"tahukah kamu aku memiliki fotomu
ku pandang-pandangi, ku pandang-pandangi tak henti-henti"

Pernah kuungkapkan cerita ini di awal-awal aku ngeblog lewat persembahan sekeranjang anggur. 
Yang dimaksud "beranda rumahmu" adalah beranda facebook, sementara "rumahmu" adalah halaman profilnya. Dan "sekeranjang anggur" dimaksudkan sebagai pembicaraan yang menyenangkan namun bukan tentang cinta. 

Sekarang kita renungi lirik lagunya :


tahukah kamu aku mengagumimu
dengan sepenuh hati, hati yang tak bernyali
tahukah kamu aku memiliki fotomu
ku pandang-pandangi, ku pandang-pandangi tak henti-henti


bila saja engkau tahu betapa besar rasaku
rasa cintaku padamu di kejauhan hatimu


inikah namanya cinta sendirian yang kurasakan
tiada keberanian menyatakan aku cinta
hatiku yang malang teruslah bertahan jangan kau hilang
buktikan cintamu teramat dalam meski harus cinta sendirian

tahukah kamu aku memiliki fotomu
ku pandang-pandangi, ku pandang-pandangi tak henti-henti


bila saja engkau tahu betapa besar rasaku
rasa cintaku padamu di kejauhan hatimu


inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
tiada keberanian menyatakan aku cinta
hatiku yang malang teruslah bertahan jangan kau hilang
buktikan cintamu teramat dalam meski harus cinta sendirian


tiada pernah ku ingin di keadaan ini
melihatmu di pelukan hati yang lain
namun apa daya bibirku tak bisa suarakan hati ini 


inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
tiada keberanian menyatakan aku cinta
hatiku yang malang teruslah bertahan jangan kau hilang
buktikan cintamu teramat dalam meski harus
meski harus aaah cinta sendirian


Sementara untuk menikmati videonya dapat dilihat di sini.

Friday, May 30, 2014

Bukan Tanpa Alasan


Bukan Tanpa Alasan


Tiba-tiba mataku tertumbuk pada judul sebuah buku “Cara Sehat & Aman Menghadapi Kehamilan di atas Usia 35 Tahun”, langsung saja aku ambil dan kuserahkan pada anakku yang masih berada di depan kasir membayar dua buah buku yang dipilhnya. Ini Gramedia, tetapi aku mendapatkan buku itu seharga sepuluh ribu rupiah saja (ada diskon). Kubaca sekilas isinya lumayan juga untuk bekal bila diberi kesempatan untuk hamil lagi. 

Bukan tanpa alasan aku membeli buku itu. Kemungkinan aku akan menikah lagi, tentu saja bila Tuhan berkenan mempertemukan aku dengan jodoh sejatiku. Kalau pandangan tentang seseorang itu sudah ada, meski keraguan masih suka menyergapku. 

Dulu aku pernah diramal Sinse Robert, sinse terkenal di Yogyakarta yang bisa meramal meski hanya dengan cara mendengarkan suaranya saja lewat telpon, syaratnya hanya menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir. Aku pernah mendatangi rumah prakteknya, dia mengatakan bahwa aku akan menikah lagi dan akan mempunyai dua anak lagi laki-laki dan perempuan. Tentu saja aku terheran-heran mengingat usiaku yang tak lagi muda. Tetapi sinse meyakinkanku bahwa aku kuat untuk melahirkan lagi.Oleh karena itulah aku perlu mencari informasi tentang hamil dan melahirkan di usia di atas 35 tahun. 

Tentang ramal-meramal itu sebenarnya sekedar untuk menjawab ke-ingintahuan-ku dan penasaranku saja. Bila ramalannya bagus ya aku percayai, tapi bila ramalannya jelek ya tidak aku percayai namun tetap harus waspada dan mengantisipasi. Pernah sinse bilang bahwa aku akan kena tipu, meskipun sudah aku antisipasi tetap saja aku kena tipu tanpa terasa. Mungkin memang sudah takdirnya demikian. Jadi meskipun sudah diupayakan sedemikian rupa tetap saja hal itu terjadi. 

Kalau tentang aku akan menikah lagi, itu sudah pasti. Tentang tanggal mainnya, aku sendiri pun belum tahu.

Friday, May 9, 2014

Lentera Cintaku

Lentera Cintaku

Telah kubuat fondasi monumen cinta ini hampir dua tahun lalu di kala hati tercabik dan terkoyak oleh cinta terlara. Kini, cinta terlara telah kuhapuskan dari hatiku. Sebagai gantinya kudapatkan lentera cintaku. Pada akhirnya cintaku pun bersambut oleh cintanya. Aku tahu bahwa dia pun juga menaburkan benih-benih cintanya padaku telah lama selama aku berbuat hal yang sama padanya. 
 
Bermula dari sebuah sapaan kecil di facebook darinya di suatu siang yang cerah. Aku terperangah dan tergagap oleh sapaan sederhana itu. Betapa tidak, aku telah sangat terpukau oleh gambar profilnya yang nampak gagah dalam balutan seragam kecoklatan dan tatapan matanya yang misterius, dahulu. Dan, oleh karenanya aku kirimkan permintaan pertemanan padanya. Aku tak tahu sejak kapan pertemanan ini terjalin. Yang aku tahu tiba-tiba dia menyapaku. 

Perbincangan hangat dan akrab begitu saja terjadi. Dia sampai menunda makan siangnya karena asyiknya berbincang denganku. Aku tahu bahwa aku telah jatuh cinta. Hatiku berbunga-bunga dan senyumku merona cinta. Aku merasa heran bahwa aku bisa jatuh cinta lagi setelah sekian lamanya. Dan, aku telah jatuh cinta padanya yang berbeda usia puluhan tahun dariku. Nampaknya beda usia tak menyurutkan langkahku. 

Beberapa kali perbincangan terjadi sebelum sesuatu yang tak kuharapkan terjadi. Dia memutuskan hubungan dan menyuruhku melupakan semua. Aku dirundung rasa sedih yang mendalam. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu aku tak bergairah menjalani hidup. Ini memang salahku. Monumen belum lagi berdiri kokoh ketika aku menghiasinya dengan berbagai ornamen kata. Monumen runtuh perlahan karena tak kuat menahan hamburan kata-kata dariku. 

Aku yang ekspresif telah menuangkan segala perasaan gembiraku di status facebook. Berbagai puisi dan semua gejolak hatiku padanya telah kuhamburkan di facebook. Rupanya dia tak suka dengan perilakuku. Aku terhenyak, kesadaranku menghilang seperti kehilangan separuh jiwaku yang dia bawa pergi. Aku terduduk kaku memegang kedua kakiku. Aku terpuruk oleh cinta yang sangat aku agungkan. 

Namun demikian, tak menyiutkan hatiku untuk tetap menempatkan dia di suatu ruang tersembunyi di hatiku. Tak dapat kupungkiri bahwa aku memang sangat mencintainya. Meski hari demi hari kulalui dalam sepi, tetapi dalam hatiku ada dia sebagai penghuni tunggal. Dia sedikitpun tak menggubrisku, aku tahu itu. Namun bagiku hanya ada dia dan dia seorang saja. Berbagai kumbang yang mencoba menghampiriku, tak satupun yang dapat meluluhkan hatiku. 

Aku telah menempatkan dia sebagai “teman dekat”-ku di facebook. Dan, aku selalu bercerita padanya tentang segala hal yang ku alami. Meski tak sepatah kata pun membalasku, namun aku tahu dia selalu mengikutiku. Dia juga bersedia membantu kesulitanku di dunia maya. Aku tahu bahwa dia ada di media sosial manapun yang ku ikuti. Aku merasa senang bahwa dia selalu ada untukku, meski tanpa kata. 

Biasanya setiap hari aku sempatkan untuk online, tetapi karena kesibukan kepindahanku aku terpaksa libur online. Di malam pertama aku tinggal di rumah ini, ada pesan singkat ucapan Natal dan panggilan masuk yang mengatakan bahwa dia sedang berada di Yogyakarta. Pesan singkat dan panggilan tanpa nama itu tak kuhiraukan. Baru belakangan aku ketahui bahwa semua itu adalah darinya. 

Sejak itu dia semakin sering menghubungiku. Sayang dan rindu adalah ungkapannya. Aku yang masih tak percaya ini memerlukan bukti cintanya. Dia mengatakan akan memberikan bukti cintanya bila bertemu nanti. Dia pun telah kuperkenalkan pada anakku semata wayang. Penerimaan dari anakku membuatnya semakin mantap mencintaiku. Dia akan berkunjung ke Solo dalam beberapa minggu lagi. 

Aku tahu bahwa tak ada yang kebetulan terjadi. Begitu juga dengan perkenalan kami ini. Semoga dialah jodoh yang akan dikirimkan Tuhan untukku. Tak selamanya aku pantas menderita. Kini kusongsong masa bahagiaku. Tuhan, mohon satukan kami sebagai satu keluarga kecil yang bahagia. 

Dialah LENTERA CINTA-ku

"Blogspot ini diikutsertakan lomba BLOG CINOMERS" 



Tuesday, April 29, 2014

Cerita Yang Tertunda

Cerita Yang Tertunda

Rasanya ingin dapat kuceritakan kepadamu tentang sebuah perasaan, tapi aku tak bisa. Beberapa kali aku mengotak-atik kata demi kata, namun selalu saja kutemui jalan buntu. Barangkali karena cerita ini terlalu dini untuk aku bagikan ke kamu. Namun demikian, ada rasa yang menyentak-nyentak ingin segera metuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Tapi sekali lagi, aku merasa belum pantas menceritakannya sekarang. 

Aneh, tak ada satupun puisi yang bisa kutulis, juga tak ada rangkaian kalimat yang bisa kujadikan cerita. Usut punya usut barangkali karena aku merasa trauma. Dahulu aku begitu blak-blakan tentang perasaanku kepadanya lewat status-status facebook. Dan, itu sempat membuatnya marah dan mendiamkanku. Jadi kini aku sangat berhati-hati tentang hal ini. 

Jelas aku tak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi. Masalah pantas tak pantas menjadi prioritasku sekarang. Aku tahu perasaannya halus, demikian juga diriku. Terkadang dibutuhkan jeda sejenak dari menulis tentangnya. Walau sebenarnya sangat banyak yang ingin aku ceritakan tentangnya. 

Kupikir ini adalah buah dari kesetiaanku padanya selama ini. Setia pada sebuah fatamorgana sekian lama. Kini fatamorgana hampir menjelma menjadi kenyataan. Dia bagaikan seorang dewa yang akan menghampiriku ‘tuk menjadi pasangan hidupku.Takkan kuusik dengan ceritaku yang lebay. Aku sangat mengharapkannya, demikian juga dia sangat mengharapkanku. Begitulah adanya. 

Semoga segera terwujud keinginan kami ini. Amin.

Friday, April 25, 2014

Yang Terlewat

Tang Terlewat

Sudah lebih dari sepuluh hari aku tidak bisa membuat postingan di blog ini. Paling tidak ada dua hal yang terlewat. Satu hal tentang meninggalnya Pak Sauman, pemilik rumah ini yang tinggalnya hanya berbatasan tembok denganku, dan hal lainnya adalah tentang perkembangan cintaku. 

Biasanya aku membuat postingan malam-malam, bahkan sampai lewat tengah malam aku masih saja asyik dengan laptopku. Namun beberapa malam aku tak berani sendirian di kamar ini apalagi begadang sambil nulis. Tetapi setelah aku mengunjungi makamnya Minggu kemarin, rasanya jadi ringan dan terbebas dari rasa takut. 

Bagaimana pun aku sangat baik terhadap almarhum, jadi tentu beliau tak akan tega menggangguku. Bahkan semasa hidupnya beliau pernah mengatakan beberapa kali:
"Panjenengan kok kados malaikat"
 ("Kamu kok seperti malaikat") 
Barangkali karena aku selalu sigap dengan bantuanku, tetapi semua yang kulakukan kuanggap sebagai suatu hal biasa saja. Apa salahnya membantu bila hal itu bisa dilakukan?

Dulu beliau sangat ingin bertemu dengan mantanku atau pacarku, yang sampai meninggalnya tidak sempat kesampaian. Aku sudah mengganggap almarhum sebagai keluargaku sendiri, begitupun beliau. Oleh karena itu hubungan pun terjalin dengan baik.

Pernah ada yang mendekatiku, namun beliau tidak setuju karena beberapa alasan yang masuk akal. Beliau kemudian menasehatiku tentang masalah pasangan ini. Dan, aku akui wawasannya cukup luas. Bahkan beliau akan mencarikan pasangan untukku, karena kemudian meninggal tentu saja maksudnya tak kesampaian.

Aku doakan semoga Pak Sauman diberi tempat yang layak di sisi-Nya, diberi kebahagiaan dan diampuni segala dosa dan kesalahan selama hidup di dunia ini. Amin.

Karena sewaktu hidupnya beliau mempunyai seorang asisten rumah tangga, maka dengan meninggalnya beliau aku sangat berkewajiban untuk membantunya. Kadang dia datang siang hari, bila aku belum memasak maka aku minta dia yang memasak. Aku bolehkan dia makan sesukanya, bahkan bila dia tak melakukan pekerjaan apapun. Biarlah dia makan hasil masakanku.

Sore dia datang lagi ke rumah sekedar nonton tv sampai malam hari dan juga makan bila dia belum makan. Aku sungguh tak keberatan membantunya. Dia telah berumur lebih dari lima puluh tahun tapi belum juga menikah. Dalam membantu aku tak ada pamrih apapun.


Tuesday, March 25, 2014

Pengin Pergi

Pengin Pergi


Kalo ada GA tentang perjalanan ke mana yang kamu inginkan atau perjalanan yang pernah dilakukan yang mengesankan ...................... aku pasti gak ikutan. Pengin ikutan, itung-itung buat ngisi blogku, tapi apa yang mau diceritakan? 

Bukannya aku tak pernah pergi, tapi ..... rasanya semua perjalanan yang aku lakukan tak berkesan dan tak pantas buat diceritakan. 
Di dalam negri, tempat paling jauh di mana aku pernah menjejakkan kaki adalah Pulau Bali, sementara di luar negri adalah Singapura dan Malaysia. Tak ada yang berkesan, semua terasa biasa-biasa saja. 

Bicara tentang perjalanan, maka aku pasti teringat waktu aku masih SMA. Waktu itu akan diadakan semacam karya wisata ke Kediri. Yossie, ketua OSIS yang waktu itu naksir aku, demikian juga aku sebaliknya, mendatangi kelasku. Dia menyatakan kegirangannya saat tahu kalo aku mau ikutan. Tetapi ternyata orangtuaku tak membolehkan aku ikut. Dan, acara itupun juga bukanlah merupakan kewajiban bagi seluruh siswa. 

Tibalah waktu untuk pergi ke Kediri, aku gak jadi ikut. Rasa kecewa mendalam sangat kurasakan sampai detik ini bila mengingatnya. Ibuku hanya memberiku sebuah majalah remaja. Aku membaca tapi cemberut, kuhela nafas panjang beberapa kali. Melihat itu ibuku marah-marah. 

Sementara di sana, Yossie selalu mendekati teman sekelasku Evi, bertanya-tanya tentang aku. Hal ini aku ketahui karena Evi menceritakan semuanya. Tetapi tentu Evi tak bercerita tentang fitnah-fitnah tentangku yang diceritakan pada Yossie. Sejak itu Yossie tak mendekatiku lagi. Cinta pertamaku kandas sudah. 

Padahal Yossie adalah satu-satunya "orang dekat" yang seiman. Setelahnya belum pernah aku temukan "teman dekat" yang seiman lagi. Kabar terakhir beberapa tahun yang aku tahu lewat facebook, dia sekarang bekerja di Mabes Polri Jakarta. Lagi-lagi orang hukum, dan lagi-lagi Jakarta. Betapa Jakarta banyak menyimpan cinta.

Cukup, aku tak mau cerita lagi tentang hal itu. Hidup itu harus berjalan, sementara aku tak pernah merasakan adanya cinta pertama. Aku melewatinya begitu saja, tapi ini bukan mauku. 

Betapa iriku saat mendengar mereka dengan riangnya menceritakan tentang pengalaman mereka bepergian dengan yang dicinta. Meskipun tempat tujuannya bukanlah tempat-tempat yang mewah tapi “bersama dengan siapa” nya itulah yang membuat mereka gembira. 

Pernah aku pergi ke Bali dengan “seseorang”, tapi aku tahu bahwa dia mengenang “seseorang”-nya. Aku lirik, matanya menutup, tapi ketika matanya terbuka, matanya nampak sembab. Jadi buat apa aku pergi “dengannya” jauh-jauh kalo dia memikirkan yang lain yang jauh? Kurasa itu cuma hal percuma. 

Bepergian atau travelling sebenarnya adalah hobiku, tapi apa daya belum ada hal yang mendukung. Ya sudah terima dulu kenyataan ini. 

Suatu saat aku ingin menjejakkan kaki di negri orang–orang lain. Semoga. Dan, tentu bersama “yang dicinta”. Semoga. 

Artikel Terkait :


 <iframe frameborder="0" src="http://kumpulblogger.com/machor.php?b=214763" width="100%" height="200px" marginwidth=0 marginheight=0 ></iframe>
                

Saturday, March 15, 2014

Mengenal Blog Catatan Rose

Mengenal Blog Catatan Rose


Bisa dikatakan bahwa Blog Catatan Rose adalah “separuh nafasku” . Betapa tidak? Di dalam blog ini segala rahasiaku terungkap nyata. Tak ada tedeng aling-aling, semua nyata adanya. Tak ada yang namanya “jaim”. Terserah orang mau bilang apa, tetapi inilah fakta hidupku. Bila ada yang menggugat tulisan-tulisanku, mengapa? Kebenaran yang dipermasalahkan adalah ironis sekali. 

Memang sebenarnya aku lebih sering curhat di blog ini. Maka dari itu, tak menutup kemungkinan ada orang (orang) yang tersinggung atas penulisanku. Harusnya terlebih dahulu bertanya pada diri sebelum menggugat. Ini adalah tulisan dari sudut pandangku. 
Terkadang orang hanya melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya saja tanpa menghiraukan pendapat dan perasaan orang lain. Egois adalah sebutan yang cocok untuknya. Tapi orang dibilang egois juga tak mau, kurang sadar diri menjadi lebih tepat. Blog ini adalah cerminan diriku yang apa adanya.karena lebih banyak tertulis curahan hatiku dari lubuk hati yang terdalam. 

Selain berbicara tentang diriku pribadi, aku juga banyak bercerita tentang kota yang aku tinggali, yaitu Solo atau Surakarta. Banyak event yang diselenggarakan di kota ini tiap bulannya. Ada saja acara di kota kebanggaan ini. 

Semua yang aku rasakan, aku alami, aku lihat, aku dengar dan aku inginkan tertuang di

Blog Catatan Rose

dalam bentuk puisi, prosa, cerita, artikel, kalimat inspiratif dan cerita pendek. Aku usahakan untuk bisa selalu update postingan setiap hari. Terlalu banyak yang ingin kutuliskan. Ide-ide menulis bermunculan di benakku ingin segera dituangkan ke dalam bentuk tulisan. 

Tulisan yang mengalir alami dan enak dibaca adalah keinginanku. Belajar menulis dengan lebih banyak menulis adalah solusi dari keinginanku. Ada beberapa tulisan yang seharusnya tak dipublikasikan, tapi bagaimana lagi ya? Bukankah menulis adalah salah satu dari bentuk terapi kejiwaan? 
Dengan menulis diharapkan beban hidup menjadi lebih ringan. Itu pasti. Ini sama saja dengan mencurahkan perasaan atau masalah kepada pembaca. Berbagi kepada pembaca tanpa mengharap apapun kecuali menjadi ringannya kaki melangkah dalam kehidupan ini.

 Coba lihat, betapa terlalu dalam rahasia yang aku bagikan. Simak saja tulisan tentang perceraian, penantian, curhat tentang mantan suami dan mertua, pengakuan, dan sebagainya. Aduh aduh jadi malu rasanya. Semua yang sudah ditulis tak bisa dihapus dari pikiran pembaca. Ibaratnya adalah ludah yang tak dapat dijilat kembali. Bisa saja postingan dihapus, tetapi ingatan pembaca mungkin masih saja ada. 

Jika suka dengan postingan-postinganku sering-seringlah mampir dan menikmati suguhan cerita dariku. Dipastikan ceritanya akan lain dari yang lain, paling tidak dari sudut pandangnya. Artikel pun juga ada di sini. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan komentar di

Blog Catatan Rose

ini. Masukan dari pembaca sangat diperlukan demi sempurnanya blogku ini.

Tuesday, March 4, 2014

Terjebak Banjir di Jalan Notosuman Solo

 
Terjebak Banjir di Jalan Notosuman Solo
Serabi Notosuman

Sehabis ngantar anak les, aku mampir ke Jalan Notosuman yang terkenal dengan serabinya itu, untuk beli pulsa. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya disertai angin yang meliuk-liuk, dan juga guntur yang melengking. Baru beberapa menit saja jalan besar langsung kebanjiran. Semakin lama semakin deras dan tentu saja semakin banjir. 

Aku keluar dari gerai bermaksud nekat pulang saja menembus hujan, tapi banyak orang berdiri di pinggiran ruko menanti hujan reda. Tak hanya pengunjung yang keluar, tapi juga beberapa karyawan dari deretan ruko-ruko tersebut. Nampaknya banjir kali ini menjadi tontonan gratis bagi kami. Banyak yang mengambil gambar keadaan banjir tersebut. Sayang sekali aku tak membawa handphone jadi tak sempat mengambil gambar banjir. 

Aku sempat bertanya pada seorang karyawan dari kantor perwakilan Blackberry, katanya banjir di jalan ini sudah biasa tapi baru kali ini banjir mencapai halaman ruko. Oh begitu.

Orang-orang berdiri menanti hujan reda dan banjir surut. Bila ada sepeda motor yang nampak mogok, mereka bersorak. Yah, masih saja ada tawa di tengah kerepotan sedikit ini.

Kemudian aku berkenalan dengan seorang ibu yang ternyata sebagai agen asuransi. Tentu saja dia menawariku asuransi, jenis asuransi pensiun. Yah, perlu juga tapi nanti dululah.

Hujan akhirnya reda juga, tapi banjir masih belum surut. Beberapa saat kemudian setelah banjir agak surut kuberanikan diri untuk pulang, toh lumayan dekat jaraknya dari rumah. Ternyata Jalan Kalilarangan dan Jalan Yos Sudarso tidak banjir. 

Sedari tadi aku sebetulnya mencemaskan keadaan rumahku eh bukan, tepatnya rumah kontrakanku. Tadi belum sempat pasang ember di ruang tamu yang bocor, jadi kebayang bagaimana nanti aku membersihkannya. 

Kecemasanku terjadi juga, lantai ruang tamuku basah oleh air hujan yang jatuh dari atap yang bocor. Air melimpah-limpah sangat merepotkan. Aku ambil kain pel dan mulai aku bersihkan. Di ruang tamu ada terletak septitank yang di atasnya ada kotak penutup yang tak rapat yang ditutup dengan triplek dan keset karet. Aku buka penutup itu dan ...... banyak kecoak berhamburan keluar, aku sampai panik. Untung ada semprotan pembunuh serangga. Aku habiskan isi botol yang tersisa. Ada kalajengking juga di situ, ngeri pokoknya berperang melawan mereka sendirian.

Aku agak lega setelah mengepel ruang tamu. Aku bermaksud istirahat sambil online di kamar tidur, tapiiii ..............oh ternyata kasurku kebanjiran. Belum pernah seperti ini sebelumnya. Barangkali hanya iternit saja yang diganti tapi genteng tak dibenahi. Percuma.

Jadi mau kesal bagaimana ya? Ya terima kenyataan sepahit apapun. Bagaimana pun Tuhan masih memberi kami tempat untuk bernaung. Meski sebagai mantan keluarga jaksa madya, hal ini sangat tak layak kedengarannya dan dirasakannya.

Kami mencoba mensyukuri apapun yang diberikanNya. Toh kami masih bisa makan, berpakaian layak dan juga bertempat tinggal. Airmata yang jatuh di pipiku membuat pipiku nampak halus saja. Tak boleh berprasangka buruk padaNya. Tuhan itu adil. Kalo bukan kemarin dan sekarang, pasti Tuhan akan memberikannya esok hari. Tuhan pasti mengganti segala kepunyaanku yang telah "dirampasnya".  Itu pasti. 

Rasakan dan nikmati saja kepahitan yang nikmat ini.

"Meminta, bersyukur dan menerima"
        Bukankah itu hukumnya?


Thursday, February 27, 2014

Oleh-oleh Dari Gereja Untuk Kaum Wanita

Oleh-oleh Dari Gereja Untuk Kaum Wanita

Minggu pagi, 23-02-2014 08.33

“Ke greja gk?” sebuah sms masuk, barangkali karena dia lihat aku asyik online di jam-jam aku biasanya ke gereja. Aku jawab sekenanya dengan sedikit marah padanya. “Y uda trsrah km. Maaf kl ak da ikt cmpur urusan km.met menikmati.” Dua kata maaf dia lontarkan padaku. Terserahlah.

Yah, itulah imbas dari kekecewaanku padanya semalam. Dan, pengaruhnya sungguh membuatku turun keimananku. Biasanya aku rajin ke gereja setiap Minggu pagi, tapi pagi itu tak biasa. Grafik keimananku sedang turun.

Entah dia ke gereja atau tidak aku tidak tahu. Apakah itu jadi urusanku? Tapi siangnya aku ingatkan juga :” Km udah ke grj?” Tak dibalas. Ya udahlah.


Rabu, 26-02-2014 11.30

Seorang teman mengajakku ke gerejanya. Katanya ada kegiatan ”Ibadah Kaum Wanita”. Okelah aku ikut. Kupikir ini sebagai ganti karena Minggu kemarin aku tidak ke gereja. Apalagi kegiatannya menyangkut kaum wanita, bikin aku penasaran saja.

Jam masih menunjukkan pukul 17.35 ketika kami bertiga anaknya memasuki sebuah ruang berukuran sedang agak gelap dengan hiasan lampu-lampu dan pengeras suara di sana sini. Di tengah-tengah terdapat sebuah mimbar kecil.


Rabu, 26-02-2014 18.00

Tadi di pintu masuk semua diberi suvenit berupa minuman sachet dari sponsor dan sebuah gelas dari gereja. Acara Ibadah Kaum Wanita dimulai pukul 18.00 WIB. Diawali dengan grup vokal wanita. Ini ibadah kaum wanita, ya semua wanita dong. Beberapa lagu dinyanyikan, liriknya ada tertulis di layar monitor.

Namun ada satu yang sampai sekarang buatku heran. Ada gambar seorang pria muda, Tionghoa di bawah 40 tahunan terpampang nyata di layar monitor. Pria itu mengenakan kemeja warna biru dengan celana warna putih/krem, bergaya di antara deretan kursi sambil tersenyum. Siapa dia? Karena kemunculannya cukup lama, jelas kalo disengaja. Tapi pertanyaanku untuk apa ada gambar pria di layar monitor, sementara ini adalah acara untuk kaum wanita?

Keadaan itu aku gunakan untuk membayangkan seseorang yang mirip penampilannya dengan itu. Waduh! Apa maksudnya ini? Dia atau dia dong?

Aku belum sempat tanyakan hal ini pada temanku. Katanya banyak mukjizat terjadi di gereja itu atau oleh gereja itu. Beberapa lagu masih terus dinyanyikan. Lagu penyembahan pada Sang Kristus. Mereka bernyanyi dan jemaat pun ikut berdiri sambil tangannya diangkat ke atas, badannya pun bergoyang mengikuti irama. Di gerejaku tidak seperti itu, jadi aku agak jengah. Terkadang diselingi dengan beberapa patah kata dari seorang wanita yang berdiri di mimbar. Kata-katanya sangat bersemangat dan menyemangati.

Oh ya, tadi di awal ibadah, ada pertanyaan tentang siapa yang baru pertama kali datang ke ibadah tersebut. Beberapa orang berdiri termasuk aku.
Setelah aku duduk sebelah kananku menyalamiku. Barangkali ucapan selamat datang. Jelas tak ada niatanku untuk berpindah agama, bila itu maksudnya.

Beberapa orang yang berdiri tadi, termasuk aku mendapatkan sebuah buku seperti agenda. Pada akhirnya aku tahu, agenda itu untuk mencatat kotbah dari pendeta atau istri pendeta yang mengisi ibadah ini. Pada suatu saat nanti, catatan kotbah berguna untuk mengikuti kuis berhadiah bingkisan.

Kemudian seorang wanita berbicara di mimbar. Kreatif adalah topik pembicaraannya. Dia katakan “melakukan yang biasa dengan cara yang luar biasa”. Langsung dia memberi contoh tentang membuat lumpia. Buatlah lumpia yang belum biasa, yaitu lumpia isi buah. Buah yang dipakai untuk isi lumpia, yaitu pisang, nanas, nangka, mangga dan apel. Rekomendasinya adalah dari taboit dan dari internet. Dia juga berikan resepnya sekalian.

Oleh-oleh Dari Gereja Untuk Kaum Wanita
Lumpia isi pisang

Lumpia isi pisang

Bahan-bahannya:
Kulit lumpia, pisang raja, gula pasir, mese warna coklat, putih telur, dan susu kental manis.

Cara membuatnya:
Buka kulit lumpia, isi dengan 4 iris pisang raja kemudian taburi dengan gula pasir, meses, susu kental manis. Lipat lumpia tersebut dan ujungnya dilem dengan putih telur. Goreng lumpia pisang tersebut sampai kekuningan.

Pesannya: ”Buatlah lumpia yang istimewa”.

Setelah diadakan pembagian hadiah pada siapa yang bisa menjawab pertanyaan, dan sebuah kesaksian, maka tibalah pada acara inti yaitu kotbah yang kali ini dibawakan oleh istri pendeta si empunya gereja. Ternyata Ibadah Kaum Wanita ini diadakan setiap Hari Rabu pada minggu ketiga.

Sekarang sampailah pada inti acara yaitu kotbah yang kali ini diisi oleh Ibu Obaja, istri pendeta yang empunya gereja itu.  Gereja ini adalah gereja Kristen Protestan bernama GBI (Gereja Bethel Indonesia) Keluarga Allah atau orang bisa juga menyebut Gereja El Shadai terletak di Jalan Widuran Solo.

Tema kotbah untuk kaum wanita kali ini adalah "Pilar-pilar Wanita Bijak".
Pilar sebagaimana kita ketahui adalah berfungsi untuk menopang supaya bangunan tidak roboh.  Wanita diciptakan Tuhan sebagai penolong bagi pria. Tema ini akan dibagi ke dalam beberapa point. Bulan ini kita membicarakan point pertama.

Point pertama adalah "Wanita Sebagai Penolong".

Oleh-oleh Dari Gereja Untuk Kaum Wanita
Adam dan Hawa

Kitab Kejadian 2:18 dinyatakan "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Wanita dirancang Tuhan sebagai penolong untuk membantu pria melakukan tugas dan tanggungjawabnya. Penolong berarti menolong lebih kuat dari yang ditolong.
Adam baru bisa menjalankan tugas dengan baik bila diberikan seorang penolong.
Di saat suami tidak ada, maka wanita yang menjadi pemimpin. 

Wanita dikatakan menjadi penolong pria, yaitu dalam hal : 
  1. membantu pria untuk mengerti panggilannya sebagai suami. Tugas kita sebagai kaum wanita adalah menolong pria/suami kita supaya ia bisa menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab;
  2. menolong pria dalam memperjuangkan panggilan Tuhan dalam kehidupannya. Contoh dalam hal ini misalnya menolong, mendoakan, men-support, menyediakan kebutuhan-kebutuhannya. Menyediakan kebutuhan pria meliputi menyediakan makanan, mengurus rumah tangga dengan baik, mengusahakan keadaan rumah yang nyaman, membantu mengelola keuangan dan tidak melawan suami.Janganlah kita sebagai istri justru sibuk dengan urusan-urusan sendiri, sehingga suamikita dan rumah tangga menjadi terbengkalai;
  3. menolong di saat suami dalam kelemahan. Ada kalanya pria mengalami kondisi yang lemah karena berbagai tantangan. Justru pada saat-saat itulah kita sebagai istri harus berperan sebagai penolong supaya suami kita bisa menjadipria yang kuat;
  4. menolong suami untuk menjadi pemimpin dalam keluarga. Seringlah minta pendapat supaya suami dapat bangkit bertanggungjawab dengan baik;
  5. menolong suami kembali pada jalan Tuhan. Jangan ikut-iktan berbuat dosa, misalnya suami selingkuh istri juga ikut selingkuh. Itu bukan penolong yang baik. Korupsi, jangan dukung suami untuk melakukan korupsi.Kalo suami jatuh dalam dosa, tugas kita adalah mendoakan, menasehati dengan lemah lembut dan menjadi teladan dalam melakukan kebenaran Firman Tuhan. Meskipun Hawa yang pertama kali jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan meminta pertanggungjawaban Adam, bukan Hawa. Suamilah yang bertanggungjawab, bukan istri. Hal ini dikarenakan suami dianggap sebagai pemimpin.
Demikian oleh-oleh yang aku bawa pulang dari gereja "sebelah". Semoga bermanfaat. 

Artikel terkait : Srikandi Inspirasi Perempuan Indonesia 
                      Arti Smart Bagi Perempuan 
 

Sunday, February 23, 2014

Arti Pulang Bagiku [Magelang]


Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Alon-alon Kota Magelang
Arti pulang bagiku ....... hmm, mungkin tak berarti lagi bagiku. Sudah tak ada siapa-siapa lagi di sana, rumah pun sudah berpindah tangan. Yang ada hanyalah beberapa nisan yang berada di pemakaman umum di dekat rumah lamaku. 

Sekitar 250 M dari rumahku dulu, ada pemakaman umum di mana kedua orangtuaku, seorang kakakku dan kakek nenekku dimakamkan. Hanya itu yang ada, jadi arti pulang bagiku agak membingungkan, lebih pada menyedihkan.


Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Gunung Sumbing
Aku dilahirkan di sebuah kota yang sejuk yang dikelilingi oleh lima gunung, yaitu Kota Magelang. Kelima gunung itu adalah Merapi, Merbabu, Sumbing, Menoreh, dan Telomoyo. Di Indonesia kota yang dikelilingi lima gunung sekaligus hanyalah Kota Magelang yang seharusnya kucintai. Mungkin karena itu maka Magelang sangat sejuk dan paling aman dari banjir meskipun bercurah hujan cukup tinggi. 
Selain kelima gunung tersebut, di tengah-tengah Kota Magelang terdapat sebuah gunung kecil, yaitu Gunung Tidar. Magelang ditengarai sebagai pusatnya Pulau Jawa atau pakuning Jawa dengan Gunung Tidar sebagai pakunya. Pakuning (pakunya) diartikan bahwa bila Gunung Tidar runtuh maka Pulau Jawa akan goyah atau bisa juga dikatakan Gunung Tidar sebagai penyeimbang Pulau Jawa.

Kota Magelang adalah sebuah kota di JawaTengah, terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Letak Kota Magelang sangat strategis karena berada di jalur utama Semarang - Yogyakarta. Kota Magelang terletak 75 KM sebelah selatan Semarang dan terletak 43 KM sebelah utara Yogyakarta. 

Sudah bertahun-tahun aku tidak menginjakkan kakiku di kota kelahiranku ini. Seharusnya aku mengenalkan kota ini pada anakku semata wayang, tapi belum ada kesempatan. Pernah aku mengajaknya waktu dia masih berumur 7 bulan saat bapakku meninggal. Juga pernah aku ajak dia lagi saat aku mengikuti pameran bersklala internasional di Candi Borobudur. Itu waktu aku masih punya usaha, sekarang yah beginilah adanya. 

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Parade defile Akmil
Akmil (Akademi Militer) yang ada di Kota Magelang adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat yang mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Bila tiba Hari Peringatan Kemerdekaan RI maka diadakanlah parade yang menyusuri jalanan utama Kota Magelang dari berbagai jajaran, dan warga Magelang sangat antusias menyaksikan parade defile dari para taruna Akmil dengan drum bandnya.

Katanya sekarang Kota Magelang sudah banyak kemajuan, ada mall-nya segala lho.

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Magelang City Mall Ready

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Armada Town Square
Siapa sih orang yang tak kenal

Magelang

tempat berdirinya  Candi Borobudur ini?

Banyak tempat wisata di sini, meliputi:
  1. Wisata situs bersejarah: Candi Borobudur, Candi Pawon, Cnadi Mendhut, dsb;
  2. Wisata alam: Gardu pandang Ketep Pass, Losari Coffee Plantation, air terjun Sekar Langit, dsb;
  3. Wisata religi: Langgar Agung Pangeran Diponegoro, makam Kyai Condrogeni, Goa Maria Sendangsono, dsb.
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Gunung atau Bukit Tidar
Gunung atau Bukit Tidar saat ini dimanfaatkan untuk wisata religi, tempat latihan Akademi Militer dan olah raga rekreasi ektsrim. Disebut wisata religi karena banyak peziarah mendatangi sebuah makam dengan panjang tujuh meter yang diyakini sebagai makam Tombak Pusaka Syekh Subakir yang telah menaklukkan raja jin penguasa Gunung Tidar. 
Saai ini Gunung Tidar sedang ditawarkan ke pihak swasta untuk mengembangkannya sebagai daerah wisata, wisata religi, dan olah raga. Akses jalan menuju ke sana pun sudah ada berupa kereta kuda dan kereta gantung yang menghubungkan alun-alun - Taman Kyai Langgeng - Gunung Tidar.

Mari kita singgahi sejenak beberapa tempat tersebut: 

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Candi Borobudur



Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Kolam Renang di Losary Coffee Plantation

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Arung jeram [rafting] di Sungai Progo
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Arung jeram [rafting] di Sungai Elo
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Taman Kyai Langgeng
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Goa Maria Sendangsono

Selanjutnya kita cicipi sebagian makanan khasnya Magelang:
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Pothil
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Getuk Trio

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Getuk

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Sate pisang

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Tahu kupat
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Sup senerek
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Buntil daun talas
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Nasi lesah
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Jemunak [bubur kinco]
Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Mangut lele
Masih banyak lagi makanan khas lainnya, sebut saja slondok, jenang, krasikan , dsb.

Berjalan-jalan di malam hari menyusuri jalanan Kota Magelang dengan diterangi temaramnya lampu jalanan, sangat romantis. 

Sesungguhnya Magelang adalah kota yang indah, bersih, tenang, dan nyaman. Magelang relatif sepi dari berbagai tindak kriminal, demo serta bentuk kekerasan lainnya. 

Karena keindahannya, maka banyak warga negara asing terkesan dengan Magelang dan memberikan ungkapan-ungkapannya tentang Magelang, sbb:

* "Magelang Middelpunt van den Tuin van Java"
                        Magelang centerpiece of garden of Java

* "De zwarte splijker symboliseert de goenoeng Tidar bet    middelpunt van Java, in de Indische ocean is vast gespijkerd" 

* "Paku hitam melambangkan Gunung Tidar sebagai pusatnya Pulau Jawa, di Samudra Hindia adalah tetap dipaku".

Untuk yang suka melakukan travelling, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi Magelang. Di Magelang sudah tersebar banyak hotel yang berbintang maupun yang melati. 

Arti PulangBagiku [Magelang]
Hotel Puri Asri

Beberapa hotel di Magelang dengan rate rata-rata permalamnya :
  • Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention **** IDR 370.000
  • Hotel Puri Asri ***** IDR 555.000
  • Atria Hotel and Conference Magelang **** IDR 400.000
  • Hotel Sumber Waras * Idr 198.000
  • Hotel Sriti Magelang *** IDR 335.000
  • Hotel Catur Magelang ** IDR 175.000
  • The Oxalis Regency Hotel ***
  • Sunan Bonang Asri Homestay ** UDR 275.000.

Sementara beberapa hotel yang terletak di sekitar Candi Borobudur adalah :
  • Cempaka Borobudur Guest House *
  • Saraswati Borobudur ***
  • Manohara Resort **
  • Borobudur Village (masih baru)
  • Plataran Borobudur **** (direkomendasikan)
  • Villa Borobudur *****
  • Rumah Boedi Private Residence Borobudur ***\
  • Omah Garengpoeng Guest House 
  • Eloprogo Art House (masih baru)
Arti Pulang Bagku [Magelang]
Aman Resorts
Kemudian satu lagi hotel yang dimiliki oleh warga negara asing yang berada di sekitar Candi Borobudur ini adalah Aman Resorts. Ini merupakan hotel yang sangat eksklusif, nampaknya hanya diperuntukkan untuk warga asing. Rate permalamnya berkisar antara US$ 850 - US$ 3.000. 

Untuk mengunjungi Magelang tidaklah sulit mencari alat transportasi. Bila menggunakan pesawat dan turun di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, maka untuk perjalanan ke Magelang sudah disediakan bus Damri PP. Layanan shuttle bus Damri dari Bandara Adi Sucipto - Magelang berlangsung dari pukul 04.00 - 16.00 tiap harinya. Pemberhentian terakhir di Magelang adalah di depan Hotel Wisata Jl. Jend. Sudirman Magelang. Pemesanan tiket untuk kembali ke Bandara Adi Sucipto juga tersedia di Hotel Wisata tersebut. 

Arti Pulang Bagiku [Magelang]
Bus Damri

Magelang memang harus menjadi kota yang kubanggakan juga, meskipun aku lama tak menyinggahinya. Magelang adalah sejarah bagi diriku yang lahir dan besar di sana. Namun sungguh sayang, aku tak begitu mengenal daerah-daerah di Magelang. Masa kecil dan remajaku dikekang, ke mana-mana diantar sama bapak, mana bisa bebas coba? Nyaris tak ada kenangan indah di Magelang. Itulah makanya aku hampir melupakan kotaku sendiri. Maafkan aku Magelang.

  Inilah arti pulang bagiku ke

Magelang.

Itu saja.

 


 

Wednesday, February 19, 2014

Menang Lomba

Menang Lomba


Jam tiga dini hari aku terbangun oleh suara sesak nafas yang kelihatannya sangat menyiksa dari rumah sebelah. Seorang kakek yang tinggal sendirian terdengar mengeluh kesakitan. Aku buru-buru mendatanginya. Pintu ternyata tidak terkunci jadi aku bisa langsung masuk untuk melihat keadaannya. Dia duduk di tempat tidur dengan nafas yang terengah-engah. Nampaknya dia suka melihat ada yang datang memberi pertolongan pertama.

Buru-buru aku menuju dapur, mengisi ceret dengan segelas lebih air dan memanaskannya. Kutuang sedikit serbuk teh ke dalam cangkir besar kemudian setelah air mendidih, aku menuangkan air panas ke dalamnya. Aku juga menyiapkan sebuah gelas diisi sesendok kecil gula. Setelah beberapa menit jadilah segelas teh panas dengan manis sedang. Kalo manis-manis takut diabetes, katanya. Aku menaruh teh tersebut di meja kecil di dekat tempat tidur dan mempersilahkan minum.

Hari masih sangat gelap belum nampak aktifitas orang,  maklumlah sekitar jam tiga lebih sedikit. Aku mendatangi asisten yang biasa menemaninya dan mengurus segala keperluannya siang hari sampai jam sebelas malam. Tidak jauh dari rumah, letaknya. Tapi sayang pintu gerbangnya dikunci. Aku panggil-panggil tak ada sahutan. Ya lebih baik aku pulang sajalah.
Kemudian ketika dari masjid sudah terdengar ada aktifitas, aku mendatangi rumah asistennya lagi, kali ini dia mendengarku. Tapi sayang dia bilang:"Biar saja mbak memang sudah biasa begitu". Masak sih? Biasa sesak nafas kesakitan begitu? Aku sebagai pendatang baru di lingkungan itu tak begitu mengerti. Aku pulang dan sampai rumah menghidupkan laptop, online. Aku tak bisa tidur sampai pagi menjelang. Aku sangat mengkhawatirkan kesehatannya.

 Paginya sepulang mengantar sekolah Dinda, aku lihat di HP-ku ada laporan tentang pemenang GA-nya Pakdhe Cholik. Kok pengumuman pemenang sampai ada laporannya masuk ke HP segala. Barangkali aku salah satu pemenangnya. 
Saat aku online, ternyata benar saja, aku termasuk salah satu dari keenam pemenangnya. Hadiahnya sebuah buku berjudul Woman Netpreuner. Wah kayaknya bagus nih buku.


Menang Lomba

Tadi siang, bukunya sudah sampai ke rumah, padahal kemarin aku baru memberi alamatku lho. Cepet banget proses pengirimannya. Barangkali karena purnawirawan TNI jadi ya sudah terbiasa gerak cepat dan tentu saja disiplin. Makasih ya Pakdhe Cholik. Buku yang sangat cocok untukku, seakan mengingatkanku untuk kembali menekuni bisnis online yang sejenak terlupakan.

Ini adalah awal yang baik bagiku yang memang ingin menjadi penulis yang baik dan juga sukses berbisnis secara online.

Tuesday, January 21, 2014

Masuk Neraka Siapa Takut?


Aku tertarik untuk mengikuti Give Away-nya Cak Cholik meskipun hanya diberi waktu selama dua hari untuk menuliskannya. Dan, besok pukul 20.00 WIB adalah deadline-nya. Aku harus menyelesaikannya malam ini juga sebagai deadline-ku sendiri.  

Topik yang kupilih adalah "Masuk Neraka Siapa Takut?". Meskipun artikel ini dibuat oleh Cak Cholik untuk mengikuti Fiesta Tali Asih dari Blognya Pak Hariyanto Wijoyo, namun inti ceritanya yang sederhana itu yang membuatku terkesan.

Bagaimana tidak, hanya ngerjain teman-temannya yang sedang tidur dengan mengolesi obat wahing (obat bersin) saja kok takut masuk neraka. Itu kan hal sangat sepele cak. Aku rasa itu sebuah ketakutan yang berlebihan.  Apalagi bila hal itu dibandingkan dengan kenekatan-kenekatan yang dilakukan oleh orang-orang di jaman sekarang. Injak sana injak sini, sikut sana sikut sini sudah dianggap hal yang lumrah. Meskipun dampak dari perbuatan ini sangat bisa jadi membuat orang-orang lain menderita, tetapi mereka terkesan dan mungkin juga disengaja untuk "tutup mata" dan "tutup telinga" juga "tutup hati". Satu kata yang pantas untuk melukiskannya adalah KEJAM. 

Hati nurani tak lagi ada, mati terlindas keinginan duniawi semata. Orang-orang tertawa sampai tergelak-gelak di atas penderitaan orang lain. Sungguh ironis. Apalagi bila hal itu dilakukan oleh orang-orang yang ahli agama, menyandang gelar-gelar keagamaan. Satu pertanyaanku : "Mengapa mereka tak takut masuk neraka?" Barangkali mereka sudah menganggap diri kebal, karena sudah terbiasa kebal hukum, kebal senjata, kebal malu dan sebagainya. 

Tidakkah mereka berpikir tentang dampak dari perbuatan, perkataan dan pemikiran mereka bagi orang-orang lain?
Apakah masih belum cukup sejahtera dan bahagia, sehingga segala cara dijalaninya? Yang merupakan hak orang lainpun dirampasnya, dengan cara tidak memberikan sebagaimana seharusnya. Bukankah hal-hal semacam ini dinamakan sebagai perbuatan zalim, zolim atau dlolim? Lalu sadarkah apa hukuman bagi orang-orang yang berbuat zalim? Tentu saja yang aku maksud adalah hukuman di akherat, hukuman sesudah di dunia ini.

Sepertinya mengingatkan kekeliruan mereka takkan digubrisnya, malah kita yang dimarahinya atau lebih ekstrim lagi, dimaki-makinya. Bila memang demikian adanya, cukup dibiarkan sajalah. Toh niat baik tak selalu diterima dengan baik. Bisa-bisa hubungan pertemanan ataupun persaudaraan malah menjadi putus dengan kenangan yang tidak baik. Jadi, ya sudahlah.