Rose is love

Mawar identik dengan cinta karena mawar bisa mengungkapkan betapa indahnya cinta, betapa romantisnya cinta.

Wanita

Wanita ibarat kelembutan yang rapuh, namun wanita memiliki kekuatan yang dasyat tak terkira.

Solo

Solo atau Surakarta merupakan kota eks karesidenan di Jawa Tengah. Solo adalah kota yang sangat berkembang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Embun Pagi

Embun menetes tiap pagi hari, menyentuh dedaunan, bunga-bunga, dan segala permukaan di bumi. Embun sungguh menyejukkan hati kita, membeningkan pikiran kita.

Kucing

Kucing adalah hewan yang paling menyenangkan. Tingkah polahnya yang lucu bisa menghalau galau dan menggantikannya dengan senyum bahkan tawa.

Showing posts with label gado-gado. Show all posts
Showing posts with label gado-gado. Show all posts

Sunday, October 11, 2015

Kisah Blogku

Kisah blogku
Tampilan home blogku

Suatu hari di bulan Maret 2013 aku pertama menulis di blogku ini. Ini berawal dari curhatanku di facebook yang sepertinya kurang diterima teman-teman facebook. Ada seorang teman yang mengatakan bahwa curhatanku hanya akan ditertawakan orang-orang saja. Yah begitulah orang Indonesia yang memang kurang peka dan lebih mementingkan dirinya sendiri.
Postingan pertamaku berupa sebuah puisi. Rasanya menuangkan uneg-uneg ke dalam bentuk puisi itu lebih bebas karena orang bisa saja mengintrepretasikan puisi sesukanya sendiri. Jadi blogku pertama-tama berisi puisi dan cerita curahan hati. Selanjutnya blogku berisi lebih banyak warna, seperti kalimat inspiratif, cerpen, opini, artikel, tentang Solo dan gado-gado.

Aku saat ini tinggal di Solo. Jadi aku mengharuskan diriku sendiri untuk mengenalkan kota Solo dan berbagai aktifitasnya ke semua orang yang membaca blogku. Untuk tujuan ini aku sering menghadiri berbagai event yang digelar di kota Solo. Jepret sana jepret sini adalah pekerjaanku mengabadikan setiap event yang aku datangi. Warga Solo memang sangat inovatif dan kreatif, itulah sebabnya banyak event budaya digelar di sini yang sampai melibatkan orang-orang dari luar negeri. Solo adalah kota budaya, kota batik dan kota yang terkenal dengan kulinernya yang enak-enak.

Punya blog sendiri tentu berharap bahwa blogku bisa menghasilkan uang, entah karena dapat job review, boleh pasang iklan berbayar atau yang lainnya. Maka ketika blogku mendapatkan Alexa Rank di bawah sejuta aku riang banget. Aku sangat berharap Alexa Rank semakin hari semakin ramping saja. Akan tetapi blogku pernah tak bisa dibuka, sepertinya blogku sedang dikerjain orang. Yang tertulis hanyalah statcounter bla bla bla, blog sama sekali tak bisa dibuka beberapa hari.
Setelah blog kembali bisa dibuka Alexa Rankku yang aku bangga-banggakan terjun bebas. Semakin hari Alexa Rankku bukannya semakin ramping namun malah semakin membengkak. Saat ini Alexa Rankku berada di posisi lebih dari sepuluh juta, padahal aku cukup rajin membuat postingan, Aku jadi teringat bahwa aku memang pernah mendaftar di stat counter,. Entah bagaimana cara untuk keluar dari stat counter, aku tak tahu.

Sekarang aku telah membuat lima blog yang berusaha aku aktifkan postingannya, namun yang satu masih belum ada postingan. Aku masih belum cukup waktu untuk mengisi postingan di blog tersebut. Aku sangat berharap dari semua blogku ini suatu saat aku akan mendapatkan job review, iklan berbayar dan sebagainya. Yang jelas aku sangat ingin mendapatkan uang dari kelima blogku ini. Nampaknya aku harus mengikuti suatu training online tentang ngeblog yang dapat menghasilkan. Tidak memungkiri juga bahwa aku harus rajin mengikuti atau membaca berbagai pengetahuan tentang hal ini di berbagai media sosial.

Selain menulis sebagai blogger aku juga ingin memiliki buku solo terbit. Semoga bukuku yang sudah ditanyakan banyak teman ini segera terbit di bulan Oktober ini. Semoga.

Demikian kisahku dalam hal menulis. Semua berawal dari sebuah blog: Catatan Rose ini.

Thursday, October 1, 2015

Reuni

Reuni

Suatu sore aku secara tiba-tiba diajak reuni sesama alumni sewaktu kuliah dulu. Temenku ini kerja di Bank Danamon, jadi dia akan datang ke acara sepulang kantor. Temen yang satu lagi kerja di BRI, baru dua itu yang aku tahu pekerjaannya. Keduanya kerja di Solo. Ada temen yang lain lagi yang belum aku tahu pasti  keberadaannya.

Aku agak dipaksa untuk datang ke acara reuni tersebut karena temen sekosku dulu juga akan datang. Kebetulan dia sedang berada di Solo mau ke Yogya keesokan harinya. Denger2 dia jadi nyonya dir Pertamina. Wow!

Aku buru-buru mandi dan ingin tiba di tempat acara tepat waktu. Namun oh nasib namanya, ini tentang mioku yang keluaran tahun 2004. Apa kata mereka bila aku mengendarai mio setua itu? Akhirnya aku menghubungi Dinda, anakku agar segera pulang karena aku mau pinjam mionya.  Agak lama aku menunggunya. Begitu Dinda pulang aku langsung pergi.

Tujuanku adalah Godhong Salam Seafood depan SMA Ursulin. Aku cari cari akhirnya ketemu juga setelah bertanya beberapa kali pada orang-orang yang aku temui di jalan. Aku bertanya pada mas dan mbak pelayan restoran tentang keberadaan mereka. Kemudian aku diantar ke sebuah ruangan vip. Aku disambut dengan sangat hangat oleh ketiga temanku.

Nampaknya aku benar-benar terlambat, rupanya mereka sudah menikmati hidangan sejak tadi. Maklumlah salah satunya sedang berpuasa. Mereka menawariku untuk pesan makanan lagi, aku menolak. Toh masih ada makanan yang belum dimakan, dan itu cukup saja untukku. Ada sebutir kelapa muda di depanku. Temanku memesankan teh hangat untukku.

Ketiga temanku ini  selain yang tadi aku sebutkan kerja di Danamo dan BRI, satu lagi seorang wanita ibu rumah tangga saja tetapi suaminya itu lho kerjanya di Pertamina. Mereka nampak sehat dan sejahtera. Dan aku??????? Tak ada yang bisa aku banggakan, sungguh.

Sebenarnya kami berempat ini tak begitu dekat sewaktu kuliah dulu, satu sama lain. Yang kutunggu malah tidak datang, karena masih di Yogya. Dia adalah teman sekosku dulu. Sekarang dia menjadi nyonya petinggi Pertamina juga. Owh! Suaminya sudah pensiun karena berumur 8 tahun lebih tua darinya.  Kami ngobrol ringan-ringan saja dan nampak akrab.

Selesai makan kami berfoto ria. Saat aku datang pun juga udah berfoto. Kedua temanku pulang pake mobil bersamaan. Teman yang wanita tinggal di Jakarta sedang menengok mertuanya di Solo. Rumah mertuanya lumayan dekat dengan rumah dinas teman BRI. Sebelumnya temanku yang wanita bertanya:"Nyetir sendiri?" Tentu saja aku jawab jujur bahwa aku naik motor. Wajahnya nampak keheranan, biarlah. 
Kemudian aku berdua teman satu lagi ke belakang ke toilet. Sepanjang jalan kami ngobrol. Suatu saat dia akan datang ke rumah. Dia berencana mau pensiun muda dan buka usaha sendiri tapi anaknya keberatan. Dia pulang dengan mengendarai mobilnya. Lalu mobilku di mana?

Begitulah reuni pertamaku dengan sesama alumni waktu kuliah dulu.

Sunday, June 7, 2015

Cacingankah Kucing Kamu?


Cara Mengetahu Kucing Cacingan Atau Tidak

Baik kucing rumahan maupun kucing liar, rentan menjadi tempat hidup parasit dalam tubuhnya, seperti cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang.  Anak kucing kerap tertular cacing dari susu induknya, sementara kucing dewasa bisa terkena dari makanan yang mengandung telur cacing. Mengingat kucing rentan membawa cacing dalam tubuhnya, ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda kucing cacingan agar bisa segera ke dokter hewan jika gejalanya mulai terlihat. Jika tidak ditangani, cacing-cacing dapat menyebabkan bulu kucing kusam dan perut bengkak, namun jarang yang sampai menyebabkan kritis. Cacingan cenderung dapat ditangani dengan mudah dengan obat yang tepat,dan dengan sedikit pemahaman, mudah pula mengenali gejala kucing cacingan.

Bagian 1 dari 3: Gejala

Check Cats for Worms Step 1 Version 2.jpg

1
Perhatikan perubahan pada bulu kucing. Biasanya bulu kucing berkilau, namun pada kucing cacingan, bulu akan tampak kusam.
  • Ini bisa terjadi akibat dehidrasi atau penyerapan nutrisi yang buruk karena terjadi infeksi parasit.
Check Cats for Worms Step 2 Version 2.jpg
2
Periksa gusi kucing Anda. Kucing yang sehat gusinya berwarna merah muda, seperti gusi manusia. Jika gusi kucing Anda berwarna putih atau pucat, bisa jadi ia mengalami infeksi parasit.
  • Cara memeraiksa gusi kucing Anda, dudukkan ia di pangkuan sambil mengelus bagian bawah telinga dekat rahangnya. Gunakan jari Anda untuk membuka rahang atas sampai gusinya terlihat.
  • Jika gusinya pucat, hubungi dokter hewan Anda segera.
Check Cats for Worms Step 3 Version 2.jpg
3
Periksa kotoran kucing Anda. Akan lebih mudah jika menggunakan bak pasir. Perhatikan gejala-gejala berikut ini:
  • Kotoran yang berwarna gelap mengindikasikan kehilangan darah di dinding usus, tempat cacing tambang bersarang.
  • Diare juga bisa terjadi karena cacing mengambil ruang dalam usus dan mengganggu pencernaan.
  • Jika kucing Anda mengalami diare lebih dari 24 jam, atau ada darah segar dan kotoran yang berwarna gelap, bawa segera kucing Anda ke dokter.
Check Cats for Worms Step 4 Version 2.jpg
4
Perhatikan gejala muntah. Ini biasa terjadi pada kucing. Jika frekuensinya sering, bisa jadi pertanda kucing Anda cacingan atau ada penyakit lain. Bawa segera ke dokter Cacing dapat menyebabkan muntah, baik dengan menghalangi aliran ke perut atau menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.

Check Cats for Worms Step 5 Version 2.jpg
5
Perhatikan nafsu makannya. Kandungan cacing yang tinggi bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan.
  • Hal ini disebabkan sejumlah faktor seperti radang selaput usus, sakit perut, atau ruang dalam usus yang direbut cacing-cacing tersebut.
Check Cats for Worms Step 6.jpg
6
Lihat perubahan bentuk tubuh kucing Anda. Kucing yang cacingan biasanya perutnya membesar akibat adanya pembengkakan.
  • Seperti muntah, gejala ini umum dan dapat terjadi karena berbagai alasan, namun cukup untuk menjadi alasan untuk membawa kucing Anda ke dokter hewan.
Check Cats for Worms Step 7.jpg
7
Perhatikan tanda-tanda kelesuan. Kucing atau anak kucing Anda akan merasa lesu dan kekurangan energi akibat nutrisinya dicuri oleh cacing-cacing.Pay attention to any dramatic changes in your cat's energy level.
  • Sekali lagi, ini gejala umum banyak penyakit, namun cukup menjadi alasan untuk membawanya ke dokter.
  • Anda yang paling tahu perilaku normal kucing Anda. Jadi perhatikan apakah ada perubahan yang membuat mereka mendadak lesu.
Bagian 2 dari 3: Petunjuk

Check Cats for Worms Step 8.jpg
1
Periksa keberadaan telur cacing di kotoran kucing Anda. Gunakan sarung tangan sekali pakai dan batang es krim untuk memeriksa tanda-tanda kehadiran parasit.
  • Cacing pita kerap meninggalkan telurnya di permukaan kotoran. Bentuknya mirip biji mentimun atau sesame dan terkadang bergerak-gerak.
  • Jarang ada cacing pita utuh di kotoran kucing. Cacing pita dewasa bisa tumbuh mencapai panjang 60 cm.
  • Telur cacing gelang terlalu kecil untuk dapat dilihat secara kasat mata. Namun terkadang cacing utuh ikut keluar bersama kotoran atau saat kucing muntah. Bentuknya seperti spaghetti: panjang dan halus, dengan diameter tubuh sama seperti pasta. Cacing dewasa biasanya berukuran 7,5 - 15 cm.
  • Telur cacing tambang berukuran sangat kecil. Cacing dewasa hanya berukuran 2 - 3 mm, sehingga sulit dideteksi.
Check Cats for Worms Step 9.jpg
2
Periksa anus kucing Anda. Telur-telur cacing pita kerap menempel d your bulu dekat anus. Jika ada yang menyerupai biji sesame berwarna putih, itu adalah telur-telur cacing.
Check Cats for Worms Step 10.jpg
3
Periksa pula kasur dan lokasi favorit kucing Anda lainnya. Telur cacing biasanya menempel di tempat kucing Anda kerap duduk. Jadi sebaiknya Anda memeriksa apakah ada telur yang tertinggal di lokasi-lokasi tersebut.
Bagian 3 dari 3: Pengujian

Check Cats for Worms Step 11.jpg
1
Buat janji dengan dokter hewan Anda. Siapkan contoh kotoran kucing Anda untuk diperiksa dan diuji menggunakan mikroskop lebih lanjut.
  • Masing-masing cacing punya bentuk telur yang berbeda dan mengenali bentuknya adalah cara paling efektif untuk mengetahui jenis cacing apa yang ada di dalam tubuh kucing Anda.
  • Jelaskan gejala-gejala yang terlihat saat Anda menhubungi dokter hewan.
Check Cats for Worms Step 12.jpg
2
Siapkan contoh kotoran. Simpan di tempat khusus untuk dibawa saat konsultasi ke klinik.
  • Telur cacing biasanya hangat. Untuk hasil terbaik, simpan sampel kotoran di tempat yang sejuk dan cenderung gelap
  • Jangan simpan sampel di ruangan yang sama tempat menyimpan kotoran. Pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda setiap habis mengambil sampel kotoran.
  • Untuk mengurangi kemungkinan hasil tes yang menyimpang, beberapa dokter hewan akan meminta sampel kotoran tiga hari berturut-turut dalam wadah yang sama.

Check Cats for Worms Step 13.jpg
3
Bawa kucing Anda untuk diperiksa. Dokter akan memeriksa dan melakukan pengujian kotoran jika dianggap perlu.
  • Jika kucing Anda benar memiliki cacing, dokter akan memberikan resep pengobatan.



Tips
  • Penting diingat bahwa kucing bisa membawa cacing, terutama cacing gelang, dalam tubuhnya tanpa menunjukkan gejala sakit sedikitpun. Bagaimanapun juga, jika cacing tersebut sempat bertelur dan berkembang biak dalam usus kucing, mereka bisa menyerap nutrisi penting yang dibutuhkan kucing. Jika dibiarkan dapat mengganggu kesehatan kucing Anda. Bawa kucing Anda untuk diperiksa secara rutin oleh dokter untuk mencegah penyakit-penyakit yang mungkin muncul.
  • Anda dapat meminimalisir terjadinya infeksi parasit. Jaga kebersihan bak pasir dengan rutin membuang kotoran setiap hari dan cuci baknya menggunakan deterjen pembersih dengan rasio 1:30.
  • Bersihkan rumah Anda menggunakan penyedot debu setidaknya sekali seminggu untuk mencegah penyebaran kutu.
Informasi ini saya dapatkan dari kucingkamu.blogspot.com

Thursday, June 4, 2015

Menemukan Komunitas Baru


Komunitas sangat penting artinya bagi keberadaan dan bahkan kesuksesan seseorang. Terkadang kesuksesan seseorang ditentukan juga oleh lingkungannya. Kalau lingkungannya pemalas jadi pemalas, kalau lingkungannya giat bekerja jadi ikutan giat bekerja juga. Itulah mengapa aku sangat senang mendapati suatu komunitas ini. Beberapa udah aku kenal secara langsung pria maupun wanita, sampai tukar-tukaran nomor HP segala. 

Ini terjadi semalam di sebuah seminar tentang keuangan, di sebuah hotel. Dan, beberapa dari kami sepakat mengikuti seminar lanjutannya. Kami akan mendaftar langsung di hari H nya. Untuk itu kami perlu berkoordinasi agar bisa datang berbarengan dan nego soal harga tiketnya. Kami berharap mendapatkan harga yang spesial murah, tentu saja. 

Barangkali saja kami, peserta seminar tadi mempunyai masalah yang sama tentang keuangan. Dan, kami berharap bisa mendapatkan cara untuk mengatasi berbagai masalah keuangan yang berbeda dalam seminar tadi. Tapi akan lebih baik hasilnya bila kami mengikuti seminar lanjutannya.

Tadi malam, kedua pembicara sangat menarik dalam menyampaikan buah pikirannya tentang masalah keuangan. Kami sering tertawa karena omongannya lucu dan mengena. Barangkali juga kami lebih banyak menertawakan diri sendiri. Pokoknya mereka itu pembicara yang menarik dan menimbulkan rasa penasaran yang amat sangat. 

Aku sangat berharap dengan mengikuti seminar lanjutannya, maka hal-hal yang berhubungan dengan masalah keuangan akan berubah. Aku berharap kondisiku perekonomianku akan membaik, bisa berusaha dengan baik dan memenuhi segala kebutuhan dengan mudah. 

Mau tak mau aku juga harus bisa menjadi laki-laki si pencari uang di keluarga ini. Dulu pun aku juga melakukan hal yang sama sebenarnya. Kontribusi dari suami waktu itu sangat minim. Seolah segala beban keuangan keluarga dibebankan padaku. Pantas saja bila kemudian aku tak sanggup lagi menanggungnya. Usahaku pun terpuruk tanpa dia membantuku agar bisa bangkit lagi.Dia belum pernah dia ikut membayar KPR sekalipun. KTA yang tiba-tiba datang pun malah membebaniku dalam hal cicilan. Cicilan KPR ditambah cicilan KTA membuatku terpuruk langsung. Terpaksalah rumah yang masih dalam masa kredit aku jual murah ke tetanggaku. Pikiran orang yang sedang bermasalah tentu saja tidak normal cara berpikirnya dan cenderung emosional dalam tindakannya, seperti menjual rumah di bawah harga pasar tersebut. Hal itu aku lakukan karena aku sudah tidak tahan dengan telpon-telpon dari debt collector yang bicara kasar dan menjatuhkan harga diriku. 

Aku sangat optimis usaha baru yang akan aku jalankan sangat menjanjikan keuntungan yang besar. Ditambah pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang akan aku ikuti di seminar nanti, tentu akan membuatku semakin nyaman dalam memenuhi segala kebutuhan keluarga. Maka dari itu aku harus masuk ke komunitas itu. Tentang beaya seminar lanjutannya harus aku ada-adakan atau usahakan. Ini aku anggap sebagai kesempatan emas untukku. 

Dengan aku masuk komunitas tersebut, maka bila suatu saat aku menghadapi masalah keuangan maka aku bisa berkonsultasi dengan mereka atau salah satu dari mereka berdua, para pembicara itu. Aku merasa sangat optimis dengan masa depanku. Tak kusangsikan lagi masalah keuanganku. Bener lho! 

Yang membuatku semakin optimis adalah mereka berdua adalah juga pengusaha yang pernah jatuh bangkrut. Aku juga sering mendengar para pembicara seminar yang pengusaha dan pernah bangkrut juga. Bila mereka dapat bangkit lagi usahanya dan menjadi semakin berkembang maka pantas diacungi jempol. Dan, dari data si pembicara didapatkan bahwa dari semua UKM hanya 50% yang bisa bertahan sampai 2 tahun; hanya 5% UKM yang dapat bertahan sampai 5 tahun dan hanya 2% UKM yang dapat bertahan sampai 10 tahun. Hal ini dikarenakan para UKM mendapatkan modal dari meminjam dan terbeban oleh angsurannya.

Semoga saja temanku segera bisa mengantarku ke kota dimana pabrik pakan berada sehingga aku bisa memulai usaha baruku. Udah tak sabar nih. Aku pun berharap segera dapat membeli rumah lagi, yang layak tentu saja. Syukur-syukur ada lahan dimana aku bisa membuat toko dan tempat beternak kucing untuk usahaku. Akupun berharap mantan suami segera melunasi janjinya. Dengan uang itu aku akan membeli sebuah mobil untuk keperluan usahaku. Karena aku tinggal di dalam perumahan, maka aku mengalah dengan memberi layanan pesan antar pada para pelanggan/pembeli. Untuk itulah mobil dibutuhkan. 

Semoga Tuhan berkenan mengabulkan semua maksud baikku. Amin.

Friday, May 29, 2015

Dipertemukan Karena Tuhan Berkenan



Pertemuan dengan seseorang atau tidak dipertemukan dengan seseorang tentu di luar kemampuan kita. Maunya kita bertemu dengan seseorang, namun bila Tuhan belum berkenan tentu hal itu tidak terjadi. 

Akhir-akhir ini ada hal-hal di luar nalar tentang pertemuan ini. Ada dua hal yang ingin aku ceritakan di sini tentu tentang dua orang yang berbeda. Yang satu tentang dipertemukan dengan seseorang karena Tuhau berkenan dan memang ingin mempertemukan, sedangkan tentang hal lain kukira Tuhan tidak berkenan mempertemukan aku dengan orang satu ini.

Sehabis kecelakaan tempo hari aku ingin sekali mengetahui siapa gerangan yang telah menolong aku dan anakku yang telah membawa kami ke rumah sakit dengan mobilnya. Karena dia menghubungi beberapa orang dengan HPku tentu saja aku tak bisa melacak nomor HPnya. Namun Tuhan ternyata mempunyai cara lain untuk mengobati rasa penasaranku.

Suatu hari aku dan anakku ke salon bermaksud untuk cuci muka. Namun karena aku belum diperbolehkan cuci muka, maka aku hanya menunggu Dinda anakku yang cuci muka. Aku duduk di bawah sementara Dinda naik ke lantai atas. Beberapa saat kemudian Dinda SMS, katanya dia bersebelahan dengan orang yang telah menolongku waktu kecelakaan. Rupanya bapak itu mendengar suara Dinda yang mengingatkannya waktu Dinda panik tempo hari. 
Kemudian aku bertanya pada mbak-mbak penjaga salon, mengorek informasi. Dari mereka kudapatkan informasi tentang alamat tempat tinggalnya yang tak lengkap, hanya kuketahui rumahnya yang di perumahan berdekatan dengan perumahan tempat aku tinggal. Juga kudapatkan tentang perusahaan tempatnya bekerja. Itu saja. 
Aku kemudian menunggu bapak ini turun sehabis cuci muka untuk mengucapkan terima kasih dan bertanya tentang alamatnya untuk memudahkan sewaktu-waktu aku berkunjung memberi sesuatu.

Pada akhirnya saat memberikan sesuatu ke rumahnya, kudapati bahwa ternyata dia adalah suami dari guru Dinda sewaktu di SD Tarakanita Solo Baru. Oh ternyata dunia sungguh sempit. Orang saling kenal satu sama lain.

Aku merasa bahwa Tuhan berkenan mempertemukan kami untuk maksud yang baik. Dan, ternyata mereka juga satu "lingkungan" dengan kami bila ada acara keagamaan. "Lingkungan" adalah lingkup terkecil setelah keluarga di mana umat Katholik dapat berkumpul untuk sembahyangan atau acara keagamaan lainnya.

Satu hal lainnya adalah di mana Tuhan sudah tidak berkenan lagi untuk mempertemukan kami.
Ini cerita tentang seorang bernama Sri Rejeki atau biasa dipanggil Mbak Jeki. Dia adalah orang yang mengurusi Pak Saman, si empunya rumah yang aku kontrak. Kata orang Mbak Jeki ini cinta sama Pak Saman makanya mau melabuhkan hidupnya untuk melayani Pak Saman sampai akhir hidupnya. Mereka tidak menikah, dia hanya datang setiap pagi dan pulang waktu malam.

Karena Pak Saman sudah meninggal, maka aku terpanggil untuk membantu Mbak Jeki ini. Dia hanya bekerja beberapa jam saja di rumah tetangganya yang masih familinya dan hanya dibayar empat ribu rupiah  perharinya. Tentu saja dia kekurangan untuk sekedar makan. Aku tahu itu. Maka dari itu setiap kali dia main ke rumah, aku tawarkan dia untuk makan. Yang dia makan sama dengan yang aku makan. Terkadang aku masak sendiri, kadang juga aku membeli lauk. Tak semua makanan dia mau makan. Pernah aku mengantar nasi gudeg lengkap satu renteng rantang ke rumahnya, eh dia bilang tidak suka gudeg. Duh, kenapa gak dimakan saja daripada menahan lapar. Begitulah dia suka menolak rejeki dengan menolak makanan. Emang siapa dia sih? Wong ya masih kekurangan kok belagu.

Kalau aku keluar rumah dia sering aku ajak. Makan di luar kalau sedang bepergian denganku itu pasti. Makanya dia senang sekali kalau aku ajak jalan-jalan karena suatu keperluanku. Dia pernah aku ajak makan di Bakso Pak Ruk, Ayam Goreng Lombok Ijo Gemblegan, Ayam Goreng Sambal Layah, Mie Ayam Pak Jangkung Solo Baru, Soto Seger Tipes,  Rujak Cingur Manahan, dan masih banyak lagi. Aku tak pernah perhitungan dengan semua ini. Aku hanya kasihan saja sama Mbak Jeki ini.
Dengan cara begini aku seolah telah menggantikan peran Pak Saman, sampai akhirnya aku pindah ke rumah ini.

Mbak Jeki ini meskipun sudah dikasih makan hampir tiap hari, tak pernah ada kata terima kasih terucap dari bibirnya. Dia juga tidak aku perbolehkan membantuku memasak dan mencuci piring bekas makannya, hanya sesekali saja dia mencuci piring. Aku malas dengan ocehannya yang terkadang tak perlu. Kalo aku membantu ya membantu saja, tak diucapin terima kasih ya biar saja. Tuhan yang akan membalasnya. 
Namun ada hal yang membuatku menyesal telah membantunya. Di saat aku sibuk-sibuknya mengemas barang-barang yang sedemikian banyaknya, eh dia malah duduk manis nonton televisi. Tak ada kata menawarkan bantuannya untukku. Aku pun juga tidak memintanya untuk membantuku. Tenaganya sangat mahal atau dia pemalas, aku tak tahu pasti.

Kini aku sudah tinggal di tempat yang berjarak kira-kira tiga kilometer darinya. Aku sudah jarang berjumpa dengannya. Aku masih sering main ke tetangga lamaku agak jauh, tapi tak pernah berjumpa dengan Mbak Jeki yang kata temanku juga sering main ke rumahnya. Jadi bila Mbak Jeki main duluan ke rumah tsb kemudian pulang, maka sesaat kemudian akulah yang datang ke rumah itu. Demikian juga bila aku yang duluan main ke rumah itu kemudian pulang, maka Mbak Jeki kemudian yang datang ke rumah itu. Ternyata Tuhan tidak memperkenankan kami untuk bertemu. Kami bisa bertemu di rumah tsb bila temenku memanggil Mbak Jeki yang kebetulan sedang lewat, itu saja.

Aku sudah cukup dalam membantu Mbak Jeki. Dan, karena perangai Mbak Jeki yang tidak begitu baik, kukira Tuhan tidak berkenan lagi untuk mempertemukan kami. Aku dalam membantunya tak pernah perhitungan tetapi ternyata dia tidak ringan tangan membantuku di saat yang diperlukan. Jadi, cukuplah sudah. Kini, kata temenku, dia suka datang di ibu belakang rumah lama pas ibu tsb sedang memasak. Tentu saja ibu itu tidak bisa membiarkan Mbak Jeki tidak makan di saat dia makan. Apakah hal itu menjadi kebiasaannya? Aku tidak tahu.Yang aku tahu dari temen, bahwa ibu itu mengaku agak keberatan bila hal seperi ini sering terjadi. Ibu yang baik hati ini memiliki banyak cucu, jadi kalo tiap hari berkurang jatah satu orang tentu akan terasa.

Satu-satunya jalan keluar adalah Mbak Jeki segera menikah. Tapi siapa yang mau? Yang dimaui Mbak Jeki pada tidak mau. Lagi pula Mbak Jeki pernah bilang bahwa jika dia menikah maka dia tidak akan bekerja lagi. Di jaman sekarang, hanya menggantungkan pada suami apa cukup? Kecuali kalao suaminya kaya. Tapi laki-laki kaya siapa yang mau sama dia? Aku tak perlu menyebut tentang ciri-cirinya. Yang aku tahu bahwa dia mempunyai angan-angan tentang laki-laki yang ketinggian.

Tuesday, January 20, 2015

Menggenapi Liburan

Menggenapi Liburan
Pantai Parangtritis Yogyakarta
Baju-baju dan perlengkapan lain sudah aku siapkan sejak semalam. Hari ini aku akan menuju Yogyakarta ke Pantai Prangtritis. Aku berangkat selepas siang karena ada tetangga yang meinggal jadi harus sempatkan diri ikut misa dulu.

Sehabis melayat aku langsung ambil tas dan berangkat. Mendung mengantar kepergianku, sendirian. Kebetulan Dinda masih di Jakarta ke rumah ayahnya, liburan. Liburan menjelang berakhir tapi aku masih di rumah saja, maka dari itu aku ingin menggenapi masa liburan ini dengan pergi ke Yogyakarta.

Menunggu sekian lama hari demi hari dari malam Natal sampai liburan mau selesai, dia tak juga datang, mengabari pun tidak. Katanya akan berlibur di Yogyakarta di Kaliurang, namun ternyata cuma omong doing, kenyataan nol besar. Jelas aku sangat kecewa, merasa dipecundangi sama brondong ini. Tak adanya kabar membuatku menunggu percuma. Kalau tahu dirinya tak jadi datang, tentu aku sudah merencanakan liburanku sendiri. Entahlah apa yang ada di pikirannya sehingga berbuat yang sedemikian mengecewakan. Hal seperti ini juga kualami sewaktu liburan lebaran kemarin. Hanya waktu itu dia mengabariku sesudah lebaran, mengemukakan alasannya. Tapi tidak kali ini, mungkin saja sudah kehabisan alas an.

Aku percepat laju motorku, mio warna kuning keluaran pertama tahun 2004. Aku telah siapkan jas hujan di keranjang motorku, jadi bila hujan turun aku bisa langsung memakainya tanpa membuka sedel. Seakan alam mengertiku, hujan tak jadi turun. Hanya mendung saja yang mengiringi dan membuat cuaca sangat kondusif, tidak panas.

Memasuki wilayah Yogyakarta aku memakai jas hujanku karena turun hujan yang tak begitu lebat. Mendekati rumah familiku kulepas jas hujanku karena hujan telah reda. Aku mampir dulu ke warung tahu telupat di jalan Parangtritis untuk makan agar nanti di rumah family tak perlu makan.

Sekitar jam lima kami berangkat ke pantai Parangtritis, sebelumnya aku sempatkan mandi dulu.Baru sebentar hujan sudah mengguyur jalanan yang memaksaku menepikan motorku untuk memakai jas hujan. Hari sudah mulai gelap dan hujan. Aku mampir ke pom bensin dulu, takut kehabisan bensin. Aku memelankan laju motorku sambil mencari tukang tambal ban karena aku harus tambah angin pada kedua banku. Bukan karena terasa gembos, tapi untuk berjaga-jaga jangan sampai ban gembos atau malah bocor, bisa berabe.

Menggenapi Liburan
Penginapan di pantai Parangtritis

Akhirnya sampai juga di pantai Parangtritis. Hujan masih rintik-rintik. Aku langsung mencari penginapan. Penginapan yang langsung menghadap ke pantai ditawarkan seharga seratus ribu. Aku mencari yang lebih murah, jika ada. Akhirnya familiku menmukan sebuah penginapan seharga lim puluh ribu semalam, tempatnya tidak menghadap langsung ke laut tapi cukup dekat dengan pantai. Aku ambil yang itu.

Memasuki penginapan sederhana seharga lima puluh ribu semalam berdua dengan cewek he he he. Agak aneh. Kamar-kamar terletak di belakang rumah makan dan di lantai atas. Aku memilih yang di lantai bawah. Menurutku dengan harga minim, kamarnya cukuplah dengan kamar mandi dalam yang bening airnya. Tempat tidurnya sederhana dengan kasur yang nampak sudah lama karena sudah kempot, demikian juga kedua bantalnya. Tapi tidak apalah, hanya buat tidur semalam saja.

Di luar kamar nampak burung kecil berwarna hitam sehitam kelelawar hinggap berdua-dua di dinding atas. Ada yang berdampingan namun ada juga yang saling tindih. Oalah! Nyindir aku ya? Burung aja nyindir aku yang kesepian dan gak punya pasangan.

Untuk mengusir dingin, aku memesan mie rebus sementara familiku memesan nasi goreng. Mie rebusnya terasa tak enak. Mungkin rumah makan hanya sebagai pelengkap saja dari penginapan. Di pantai Parangtritis ini bangunan penginapannya hampir saja, dimana di bagian depannya pasti ada rumah makannya, sementara kamar-kamar terletak di belakang dan di lantai dua.

Kami kemudian berjalan-jalan di pantai dalam gelap malam. Aku duduk sejenak di bangku pinggir pantai. Sepi. Hanya terlihat dua nelayan sedang berbincang. Hujan turun. Itu yang memaksa kami angkat kaki dan berjalan pulang. Tapi karena hujan mereda, jadi kami menyusuri jalanan pinggir pantai untuk melihat-lihat suasana pantai dan kegiatannya. Hampir semua rumah makan masih buka, beberapa toko pakaian dan suvenir juga masih buka. Namun hujan kembali turun dengan deras, kami kembali ke penginapan dengan melindungi kepala dari air hujan.

Paginya aku bangun pagi-pagi dan mandi jam lima. Guyuran air terasa dingin di tubuhku. Aku sudah tak sabar ingin segera berjalan-jalan di pantai. Aku pasti bisa bernafas dengan bebas sambil menikmati pemandangan. Familiku pun juga mandi, tapi ya Tuhan! Di luar hujan turun dengan derasnya. Aku sempat khawatirkan kalau aku gagal dengan rencana jalan-jalan di pantai, mengingat jam sepuluh familiku harus jagong manten di tetangganya. Kami memesan teh panas sambil menunggu hujan reda.

Akhirnya aku dengar orang-orang berjalan di depan penginapan. Hujan tinggal rintik-rintik. Kami pun langsung menuju pantai yang sangat dekat dengan penginapan.

Hari masih pagi belum ada jam enam, matahari belum terbit. Hanya sedikit orang yang berjalan-jalan. Inilah saatnya kami manfaatkan untuk foto-foto. Semakin siang semakin banyak yang berdatangan. Bibir pantai penuh manusia. Sangat disayangkan keadaan pantai Parangtritis yang banyak sampah. Pantas saja tak terlihat seorang pun orang bule. Mengapa ya pemerintah setempat tidak menyediakan orang-orang khusus untuk menjaga kebersihan pantai? Sayang sekali.

Kami pun kembali ke penginapan untuk balik ke rumah. Di jalan aku belokkan ke pantai Depok untuk beli oleh-oleh khas pantai dan sarapan. Oleh-oleh khas pantai adalah rempeyek dari binatang pantai. Sementara untuk sarapan, kami membeli nasi pecel dan teh hangat.

Kami siap kembali ke rumah. Rasanya pikiran menjadi lumayan segar, padahal aku hanya sehari menikmati liburan dari hampir dua minggu liburan panjang. Bagaimana bila aku menikmati liburan penuh seperti mereka, seperti anakku? Andai saja dia jadi datang menemuiku dan berlibur bersamaku di Kaliurang seperti yang sering dikatakannya. Ah andai saja. Dia memang berada di Yogyakarta juga tapi entah waktu itu sedang berada di mana.

Setelah mengembalikan familiku, istirahat sebentar aku langsung kembali pulang ke Solo. Anehnya tak ada rasa lelah sedikitpun, padahal akulah yang membawa motor dari Solo ke Yogya kemudian ke Parangtritis dan kembali lagi ke Yogya dan ke Solo. Syukurlah bahwa selama perjalanan tak ada kendala dari motor tuaku.Terima kasih mioku.

Inilah liburanku yang murah meriah. Maklumlah ya. Aku telah menggenapi liburanku dengan pergi ke pantai Parangtritis. Rencananya aku akan kembali lagi ke Yogya tapi ke pantai Baru, pantai yang masih perawan kata orang.

Monday, January 12, 2015

Beli Kucing Lagi

Beli Kucing Lagi
Melly

Katanya untuk menjadi peternak kucing paling tidak dibutuhkan seekor pejantan dengan dua ekor betina. Kemarin aku sudah mendapatkan sepasang kucing persia. Nah hari ini aku akan membeli seekor kucing persia lagi yang betina, biar genap persyaratannya.

Aku mendatangi kios yang menjual kucing kemarin. Yang mau aku beli adalah kucing betina yang berwarna abu-abu. Kemarin ada dua kucing abu-abu yang keduanya betina. Aku tentu saja akan memilih satu yang lincah dan ramah, sebab satunya lagi pendiam, nampak malas dan cuek.

Sesampai kios tersebut, ternyata kucing abu-abu yang kumau sudah dibeli orang. Yang berwarna abu-abu hanya tinggal yang terlihat lemas karena tidur terus setiap kali aku datang. Kemudian aku berkeliling pasar dulu barangkali ada kucing seperti yang aku mau. Ternyata tidak ada yang menjual kucing persia seumuran Mela dan Micko.

Akirnya aku kembali lagi ke kios semula. Aku mengambil kucing abu-abu dan kutimbang-timbang, ternyata berat juga alias gemuk. Aku letakkan kucing itu ke lantai. Dia bergerak pelan. Badannya nampak sempurna dibandingkan yang berwarna merah dan abu-abu muda yang juga betina. Akhirnya aku beli kucing itu sekalian kandang dan tempat makannya.

Sepanjang perjalanan pulang kucing yang dimasukkan ke dalam dos itu hanya dua kali terdengar mengeong. Ini jelas berbeda dengan dua kucing terdahulu yang mengeong hampir tiap detik. Aku agak curiga dengan kesehatan kucing abu-abu ini.

Sesampai di rumah aku masukkan kucing ini ke kandang yang baru aku beli. Sebelum masuk kandang dia memanjat jeruji kandang, karena kandangnya aku letakkan di atas kandang yang sudah ada. Aktif juga, pikirku. Kemudian aku lepas kucing abu-abu ini ke lantai. Dia langsung mempelajari lokasi, beranjak ke sana ke mari. Oh ternyata kucing ini tak bermasalah. Hanya barangkali sifatnya memang pendiam, tapi banyak geraknya. Barangkali juga dia merasa tertekan, karena kulihat di kios dia nampak sedih.

Nampaknya kucing abu-abu ini akan kuberi nama Meli saja. Meli sangat lincah, dan nampak lebih besar dibanding kedua lainnya. Meli ternyata memiliki badan yang sempurna, ekornya pun panjang dan berbulu penuh. Meli ternyata juga lebih nakal dibandingkan lainnya.
Meli dan Mela agak bermusuhan, sementara dengan Micko nampak akrab. Kayak manusia saja yang memperebutkan satu lelaki. 

Oh ya penjualnya bilang ketiga kucingku ini ras persia medium hair, tapi aku pernah membaca dan melihat di buku kalau kucing seperti punyaku ini berjenis maine coon. Entah mana yang  benar. Yang jelas mereka itu imut, lucu dan lincah. Semoga juga sehat. Tak penting berjenis persia atau maine coon. Micko justru sangat mirip dengan gambar kucing di tasku, artinya aku sudah memiliki  bibit kucing ras asli meskipun tanpa sertifikat silsilah.

Friday, December 5, 2014

Pria pun Pesolek

pria pun pesolek

Ketika aku memasuki salon langgananku bareng anakku, suasana masih sepi. Tetapi baru beberapa menit duduk, mulai banyak pelanggan yang datang. Tak hanya wanita yang melakukan perawatan wajah tetapi juga pria. Aku hitung ada sekitar lima pria yang melakukan perawatan wajah atau sekedar membeli krem saja. Ini adalah salon khusus perawatan wajah untuk kelas menengah. 

Kalau dilihat dari penmpilannya, mereka para pria itu bukanlah setengah pria setengah wanita. Mereka pria tulen, beberapa dengan postur tinggi besar dan gagah. Wow! Aku jadi malu sendiri bila kalah dengan mereka dalam hal merawat wajah. 

Kedatanganku adalah mengantar anakku facial karena keluhan jerawat di wajahnya. Sementara aku sendiri Cuma mau complain sama dokternya. Aku merasa kecewa dengan penanganan dokternya untuk suatu perawatan khusus yang dikerjakannya terhadapku tetapi hasilnya gak terlihat. Padahal aku udah menyisihkan uang dan mengambil dari pos lain, untuk itu. 

Sebenarnya sehabis perawatan dulu pun aku tidak melihat perubahan apapun, tetapi aku masih menunggu barangkali prosesnya sedang berjalan. Ternyata seiring berjalannya waktu masih belum ada perubahan. Padahal waktu ditangani sama dokter yang sedang cuti hamil, hasilnya langsung kelihatan dan sangat memuaskan. Katanya dokter tersebut mulai masuk kerja lagi akhir Januari. Jadi aku akan menemuinya awal Pebruari nanti. 

Aku ingin nampak dua puluh tahun lebih muda dari usiaku sebenarnya. Hal itu pasti bisa diusahakan. Meskipun uang masih pas-pasan namun aku harus usahakan untuk mendapatkan perawatan wajah yang memadai.

Sunday, November 30, 2014

Berburu Buku

Berburu Buku
8 Buku hasil buruanku

Inilah buku-buku yang aku beli kemarin di Solo Book Fair di Goro Assalam dan tadi di Gramedia. Kisaran harga bukunya adalah 5.ooo,- sampai 95.000,- 

Letak Goro Assalam Hypermarket Foursquare lumayan jauh dari rumah tapi harus ke sana karena penasaran. Terus terang aku penasaran dengan jenis buku dan harga buku yang dipamerkan yang katanya murah. Memang benar, buku termurah dijual seharga 5.000,- aja. Kebanyakan yang dipamerkan adalah buku-buku muslim, termasuk Al Quran. Aku kira hampir semua adalah buku muslim, 90 % lah. Aku dan anakku membeli tiga buah di sana, buku umum tentu saja.

Sepulang dari Goro Assalam, mata kami tertumbuk pada iklan promosi diskon besar-besaran di TB Togamas. Mampirlah kami ke situ. Kebanyakan buku-buku pelajaran. Aku mencoba mencari novel dewasa tetapi aku hanya menemukan satu novel saja karangan Maria A Sarjono, sementara 95% lainnya adalah novel remaja. Terus yang emak-emak baca novel apa dong? 

Tadi aku dan anakku ke Gramedia, aku bermaksud mencari buku tentang kucing dan buku blog mininya Pakde tapi yang ini tidak ketemu. Buku tentang kucing sangat berguna bagiku yang ingin beternak kucing ras, apalagi pengarangnya memang seorang yang bergelut di dunia perkucingan. 

Jadilah hasil buruanku adalah Ungkapan Kata-kata Paling Romantisnya Kahlil Gibran;Perawatan Rambut; Membaca Cepat Rahasia Garis Tangan dan Wajah; Novel Rindunya Tere Liye; Kucing; novel remaja De Journey, dan majalah Cosmo Girl. 

Melihat buku-buku yang ada di Gramedia bagus-bagus sebanding juga dengan harganya. Tapi bagaimana ya dengan yang seharga lima ribu rupiah kemarin di pameran? Lalu bila demikian pengarangnya cuma dapat lima ratus rupiah aja perbukunya? Kan pendapatannya sepuluh persen dari harga buku. Tapi yang seharga lima ribu rupiah kemarin bukanlah buku karyanya sendiri melainkan hasil saduran, dan bukunya juga kecil. 

Sebagai penulis pemula banget, nampaknya banyak juga saingannya, dan bagus-bagus pula. Aku acungin jempol buat penulis yang bukunya mejeng di toko-toko buku terkenal dan laris pula. Sedangkan aku baru saja hampir menyelesaikan naskah bukuku yang kedua. Karena naskah pertamaku ditolak penerbit ditambah masalahku kemarin membuatku jadi malas merampungkan naskahku yang kedua. Aku memang orangnya moody. Sekarang badanku masih lemas akibat dampak sakit hati. Sebenarnya aku butuh pendorong yang bisa menyemangati tapi itu tak ada. Jadi di halaman Ucapan Terima kasih, siapa yang harus ditulis di situ? 

Tujuanku membeli tiga buku tersebut adalah untuk belajar menulis novel dan tentang kucing adalah untuk belajar memelihara kucing ras. Aku dengan serius ingin menjadi peternak kucing ras, mengingat aku adalah pecinta kucing sejati. Katanya pekerjaan yang ditekuni sebaiknya yang kita sukai. Aku suka menulis, memelihara kucing dan mengamati rumah. Untuk yang terakhir nanti dulu.

Friday, November 7, 2014

Aku dan Para Pria

Aku dan Para Pria

Ini ceritanya tentang para pria yang coba mendekatiku dalam seminggu terakhir ini. 

Satu 

Suatu hari aku bermaksud mengunjungi seorang teman maya yang sedang mondok di rumah sakit di kotaku, sementara dia berasal dari kota lain. Sebelumnya aku bertanya :”Pengin dibawain apa?” Eh dia minta dibawain gado-gado tanpa bumbu sambal dan mayonaise. 
Pagi-pagi aku cari gado-gado dulu sampai agak jauh dari rumah. Masih pagi jadi belum banyak warung makan yang sudah siap gado-gadonya. 
Akhirnya aku dapatkan juga warung yang jual gado-gado dan sudah siap saji. Aku membeli dua bungkus gado-gado tanpa bumbu sambal, kemudian mampir ke sebuah mini market untuk membeli sebotol besar mayonaise, adanya ukuran yang segiitu. 

Sesampai rumah sakit aku mesti menunggu sampai jam bezuk. Sebenarnya aku udah diberitahu teman tentang jam bezuknya, tapi temanku ini ngeyel katanya aku boleh masuk dengan mengaku sebagai keluarganya. 
Sampai di portal dekat ruangannya ternyata ada satpam yang menanyaiku dan memintaku menunjukkan kartu, tentu saja aku tidak membawa kartu yang dimaksud. Aku menunggu sebentar, baru kemudian satpam tersebut mempersilahkan aku masuk. 

Temanku ternyata baru saja pindah ruangan ke ruangan vip. Ruangan ber-ac dan tv serta kamar mandi, juga dilengkapi sofa itu kumasuki. Baru kali ini lho aku dan dia ketemu, maklumlah dia teman di dumay. Rencananya aku akan bezuk bareng temen, tapi dia maunya aku datang sendirian. Ya sudah. Aku menyerahkan pesanannya, dia senang menerima kedatanganku. Eit eit sakit kok gitu sih? Tangannya itu lho. Piye to iki? Ya aku menolak secara halus. 

Dia bilang keluarganya tidak ada yang menengok., bahkan dia datang sendirian ke rumah sakit itu. Ada apa ya? Mungkin juga karena sudah biasa seperti itu, ada kesibukan atau ada masalah. Tak pentinglah bicara soal itu. 

Beberapa hari setelah dia pulang, dia sms ngajak ketemuan karena dia mesti kontrol ke rumah sakit itu. Awalnya aku menyanggupi tapi pada akhirnya aku menolak. Dia kan mau ngajak bercinta, jadi aku tidak maulah. Aku bukan janda gatel, kalo gatel ya digaruk sendiri he he he becanda. 

Bagaimana pun aku mesti memberi contoh yang baik buat anak gadisku. Aku tidak boleh sembarangan apalagi bercinta dengan sembarang pria. Enaknya Cuma sebentar tapi bisa-bisa akibatnya berkepanjangan. Iya kalo enak, kalo tidak enak dan ada akibatnya? Berabe. Jadi mending gak usah macam-macamlah. 


Dua 

Temenku yang biasa benerin komputer/laptop memang sudah biasa mampir ke rumah sekedar ngopi. Dia kerja sebagai marketing property jadi waktu untuk keluar kantor tentunya fleksibel. Kemarin dia ke rumah langsung masuk aja dan langsung ke kamar melihatku sedang tidur dengan daster yang tersingkap. Aduh! Barangkali saja dia sudah lama melihatku begitu sebelum kemudian memanggilku.
Katanya aku seksi memakai daster itu.Ya iyalah dia melihat pahaku. 

Aku memang terbiasa membuka pintu depan dan samping meskipun aku sedang tidur. Rasanya kok sumpek kalo ada pintu yang tertutup. 
Aku percaya tak akan pencuri yang masuk. Tapi ... ya begitulah, bukan pencuri barang kok. 


Tiga 

Tadi ada tetangga yang bilang kalo familinya mau nikahin aku, anaknya pun sudah setuju. Yang ini bukan tetanggaku dulu itu yang pernah aku ceritakan.Tapi katanya aku harus mau pindah agama. Jelas aku tidak mau pindah agama. Aku kembali ke agamaku saja ada pengorbananku secara materi kok. Apalagi dia hanya mampu mengontrakkan rumah untukku, padahal aku penginnya bisa kembali memiliki rumah sendiri. Bahkan cita-citaku adalah bisnis di bidang property dengan cara membeli dan menjual kembali rumah tersebut, begitu seterusnya. 

Thursday, October 30, 2014

Mengenal Tehnik Jahit Smock

Mengenal Tehnik Jahit Smock


Naskah buku pertama sudah selesai dan sudah dikirim ke penerbit, sekarang aku sedang merampungkan naskah buku kedua. Buku ini masih tentang buku ketrampilan, yaitu tehnik jahit smock. Sementara buku ketrampilan yang pertama adalah tentang aksesori wanita.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti ketrampilan smock itu pertama kali berasal dari negara mana. Ada yang mengatakan bahwa smock berasal dari jepang, tetapi kenyataannya smock juga ada di Amerika. Entah dari negara mana smock pertama kali dibuat. 

Smock dalam bahasa Inggris berarti mengerut. Smock adalah tehnik jahit kain yang menyebabkan kain mengerut dan memunculkan bentuk-bentuk yang indah. Kain yang telah di-smock bisa digunakan untuk pelengkap interior dan untuk penghias pakaian. 

Sebaiknya kain yang digunakan adalah kain yang mengkilat seperti satin atau higyt (semacam kaos) dan bermotif polos. Dalam pembuatan kain bersmock ini diperlukan kesabaran dan ketelitian. 

Pertama yang dilakukan adalah membuat pola di atas kertas sesuai smock yang diinginkan. Setelah itu letakkan kain di atas pola dengan kertas karbon di tengahnya. Salin pola dengan menggunakan ballpoint bekas. 

Mengenal Tehnik Jahit Smock

Harap diingat bahwa kain setelah di-smock akan berkurang ukurannya, jadi buat percobaan dulu untuk dapat menentukan seberapa panjang dan lebar kain yang dibutuhkan.

Sekarang aku akan membagikan satu tutorial yang terdapat di buku yang sedang aku garap, yaitu tutorial Smock Barisan Panah. Gambar Smock Barisan Panah bisa dilihat di awal artikel ini.

 Pola untuk Smock Barisan Panah adalah sebagai berikut:


Mengenal Tehnik Jahit Smock




Langkah pembuatan smock :
  • Buat pola di kertas
  • Jiplak pola di atas kain dengan menggunakan karbon
  • Jangan sampai ada pola yang terlewat atau kurang jelas
  • Sekarang ambil benang dan jarum dan ikuti langkah-langkah selanjutnya
  • A, B dan C ditarik dan dijahit mati
  • C ke D ditusuk biasa 2 kali
  • D, E dan F ditarik dan dijahit mati, dan seterusnya
Di buku yang sedang aku buat ini terdapat 40 pola smock, termasuk pola smock khusus untuk sarung bantal standar dan bulat.
Aku yakin buku ini akan disukai dan diterbitkan oleh penerbit major karena di TB Gramedia di kota ini belum terlihat buku tutorial smock. Mungkin juga di TB Gramedia dan di toko buku lainnya di kota-kota lain pun belum tersedia buku tutorial smock yang selengkap ini.

Oh ya, di buku ini juga aku sertakan cara mudah membuat bantal bulat, sarung bantal, tutup kotak tisu, dompet, dan sebagainya.

Monday, October 27, 2014

Jupe Oh Jupe

Jupe Oh Jupe

Bagi aku yang sering nonton berita selebriti, cukup prihatin dengan nasib Jupe yang baneol itu. Betapa tidak, di umurnya sekarang yang sudah menginjak tiga puluh empat tahun masih belum menikah dan belum punya anak. 

Jupe pernah dekat dengan seorang pemain sepak bola dari luar yang nampaknya mereka saling mencintai. Namun rencana pernikahan menjadi terkendala karena ibunya Jupe tidak merestui hubungan tersebut. Alasan yang dikemukan ibunya adalah karena calon menantunya seorang pemain sepak bola seperti mantan suaminya. Mengapa dia menyamaratakan bahwa semua pemain sepak bola pasti tidak bisa membahagiakan istrinya? Apakah nasib ibunya akan menurun juga pada anaknya? Kalau yang dikemukakan adalah masalah beda agama barangkali saja masih bisa diterima. 

Baru saja aku nonton beritanya bahwa Jupe menderita kanker serviks stadium 2A. Dengan penyakit yang dideritanya tersebut, maka Jupe akan sangat kesulitan untuk hamil dan melahirkan. Oleh karenanya dia akan meminjam rahim adiknya untuk mengandung benihnya yang telah dibuahi oleh pria yang entah siapa. Untuk menikah dengan pria pendonor sprema tersebut, kukira tidak akan terjadi. Sepelik itukah masalahnya? Lalu bagaimana dengan hukum yang berlaku di Indonesia bagi si anak tersebut? Dan, bagaimana pula tanggapan dari ahli agama Islam? Bukankah di agama Islam tidak diperbolehkan adanya penanaman embrio yang bukan hasil dari pasangan suami istri apalagi dengan meminjam rahim orang lain, meski itu adalah adiknya sendiri? 

Aku sebagai penonton ulah para selebriti menilai adanya ke-tidak harmonis-an hubungan antara anak dan ibu. Aku sangat bingung ketika ibunya Jupe dengan keras kepala menolak pernikahan Jupe dengan Gaston, padahal segalanya telah disiapkan. Dan aku yakin Jupe dan Gaston saling mencintai, waktu itu. Kini segalanya telah berubah. Jupe dan Gaston telah berpisah, meski Gaston masih di hati Jupe. Itu hasil pengamatanku. 

Terus terang aku merasa kasihan pada Jupe. Keberadaan anak bagi siapa pun sangat berarti, apalagi bila anak itu dilahirkan dari rahimnya sendiri. Terutama bagi wanita yang telah berumur lebih dari 30 tahun, maka kehadiran anak menjadi begitu penting. Mengapa ibunya Jupe tak berpikir ke arah tersebut? Kebingunganku yang kedua pada ibunya Jupe adalah mengapa dia menolak pernikahan anaknya, sementara dia membiarkan saja pergaulan mereka. Bukankah membiarkan mereka menikah itu lebih baik? Penyakit kanker serviks biasanya akibat dari hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti atau karena pasangannyalah yang suka berganti-ganti pasangan. Itu yang aku tahu, maaf kalo aku salah.

Menurut pengamatanku, Jupe sangat menyayangi ibunya. Barangkali karena ibunya menjadi single parent setelah bercerai dengan ayah Jupe yang pemain sepak bola itu, maka Jupe mengikuti saja keinginan ibunya. Semua dilakukan Jupe tentu sebagai bentuk bakti anak terhadap orangtuanya. Di sinilah terletak adanya buah simalakama, sebuah dilema yang nyaris tak terpecahkan. Bila sudah demikian, mau apa lagi? Nasi sudah menjadi bubur. 

Setiap orang menanggung akibat dari pilihan yang telah diputuskannya. Tetapi bagaimana bila orangtualah yang selalu memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memperhatikan apakah si anak akan berbahagia atau tidak? Tak semua orangtua memikirkan kebahagiaan anaknya, terkadang kebahagiaannya sendirilah yang lebih penting. ITU!

Monday, October 20, 2014

Mari Bercinta


Mari Bercinta
Uhh kan malu diliatin ...

Suara suara tikus menyebalkan kembali mengganggu telingaku. Sejak Binggo kucingku yang baik hati dibuang orang, tikus berani masuk ke rumah ini, ke kamar ini. Terkadang bau kentut tikus menyeruap di hidungku. Sungguh bau yang memuakkan. Bagaimana cara aku bernafas kalau sudah begini? Kecoak-kecoak pun bergentayangan tak mau kalah. Nyamuk sudahlah tentu, menggigiti tubuhku. Kenapa bukan kamu yang menggigitku? Ah tikus, kecoak dan nyamuk. 
Kemarin ada sepasang cecak yang sedang bercinta masuk ke dalam plastik minuman es teh. Barangkali saja mereka terlalu terlena karena mesranya. Puah kenapa bukan aku yang bercinta dan bermesraan seperti itu? Oh no! Karena akhirnya kubiarkan saja sepasang cecak itu mati tak berdaya di dalam plastik. Jelas aku tak ingin mati saat bercinta. Mati yang nikmat dalam kenikmatan yang menyiksa? Oh tidak!
Aku ingin bercinta malam ini dengan bayangan seseorang yang kucinta. Kasihan bila cuma bisa membayangkan. Sementara tikus, kecoak dan nyamuk dengan bebasnya bercinta berganti-ganti. Sebagai manusia aku memang sedang tak berdaya. Bercinta saja tak berani.... uhh dasar pecundang kamu! Selamat malam, mimpiin aku ya .... eh ngarep lagi sukanya.

Saturday, October 11, 2014

Cek Tekanan Darah

Cek Tekanan Darah
Makanan penurun tekanan darah tinggi

Kemarin pagi aku memanggil seorang mantri kesehatan yang kebetulan habis memeriksa seorang tetangga langganannya.Aku butuh cek tekanan darah tinggiku karena beberapa hari ini kepala pusing banget. Benar juga dugaanku tensiku 180/90 cukup tinggi. Aku membayar dua puluh ribu untuk periksa tensi dan dua macam obat penurun tekanan darah tinggi dan penghilang sakit di tengkuk. Tengkukku tidak seberapa sakit, tapi obat tetap aku minum. Obat-obat tersebut diminum bila perlu saja. 

Temenku bertanya tentang kemunginan aku banyak makan daging kambing, ya kujawab tidak karena yang aku terima kemarin hanya daging sapi. Ya mungkin stop dulu makan yang serba daging merah. Kopi pun sudah aku stop. Dan garam, aku sudah membiasakan mengurangi garam sejak kecil karena kedua ortuku juga hipertensi. 

Aku mesti banyak istirahat dan tidak banyak mikir yang berat-berat. Aku berpura-pura berpikir bahwa aku bahagia, namun kenyataan kan tidak seperti itu. Bahwa aku kecewa dengan hidupku, iya memang aku kecewa. Kalo dibilang aku harus bisa terima semua kenyataan hidup, wah sedih banget.

Hidupku sampai saat ini sudah porak poranda, ini semua karena banyaknya campur tangan orang lain dalam hidupku terutama mantan suamiku. Dan kini dia … ya begitulah. Sepertinya dia cuma ngatur keuanganku aja tapi tak bertanggungjawab dengan keputusannya yang tak sesuai dengan kemauanku saat itu. 

Sakit darah tinggi selalu dikaitkan bahwa penderitanya suka marah-marah. Itu tak berlaku bagiku. Aku orang yang sangat sabar, bahkan saat dijahati sekalipun. Aku percaya bahwa semua kelakuan manusia baik maupun buruk terhadap sesamanya akan dibalas oleh Tuhan, Aku ingat akan teman-temanku yang berbuat jahat terhadapku nyatanya memperoleh balasan, misalnya dipecat, dicerai, bahkan meninggal. Orang yang dulu pernah menjadi PRTku yang kelihatannya baik di luarnya ternyata suka memfitnah aku di luaran, suka meminjam uang dari teman-temanku tanpa dikembalikan, suka mengambil barang di rumah yang sepertinya remeh tapi masih aku butuhkan, dsb. Ternyata belakangan aku ketahui bahwa dia telah meninggal karena tabrakan motor. Tak ada yang mengabariku saat itu karena memang nomor HPku telah ganti sementara chip nomor lama terbuang sehingga terputus hubungan. Aku mengetahuinya lewat teman FBku. 

Sementara kesengsaraanku ini lebih karena aku teledor, terlalu percaya pada orang lain dan kurang menghargai tentang kepemilikan. Rasanya aku tak pernah memusuhi atau membenci orang lain. Aku hanya tidak suka dengan kelakuannya tetapi bukan pada orangnya. 

Rasanya aku memang butuh refreshing , pikiranku sudah penat dengan segala beban.

Friday, October 10, 2014

Curhat Di Blog

Curhat Di Blog

Aku kagum pada orang-orang yang bercerita apa adanya tentang kehidupannya di blog. Kalo emang hidupnya udah bahagia dan sejahtera itu sih cerita kebanyakan, tapi kalo hidupnya masih tergolong ‘di bawah itu” itu baru mengagumkan. Bukan hanya soal materi namun bisa juga soal selain materi itu sendiri. 

 Gak banyak orang yang bisa cerita apa adanya. Kebanyakan malu mengakui tentang kekurangannya. Gengsi dan berpura-pura sempurna adalah kebiasaan orang kebanyakan. Apa salahnya bila menceritakan kekurangan? Dengan bercerita toh beban bisa terkurangi, meski sepertinya gak ada yang peduli. Bercerita saja itu udah mengurangi sedikit beban hidup. 

Blog juga merupakan tempat untuk mencurahkan perasaan yang mungkin tak bisa diungkapkan di dunia nyata. Ungkapkan saja perasaan kalian karena dengan menulis juga bisa sebagai terapi diri sendiri. 

Menurutku blog seperti layaknya catatan harian. Bila suatu saat nanti kita membaca kembali blog kita, maka akan teringat kejadian demi kejadian di masa lalu. Kejadian itu memang harus terjadi di masanya. Mungkin kita akan tersenyum membacanya, mungkin juga akan menangis atau tertawa. Apa pun itu hidup mesti disyukuri.

Tuesday, October 7, 2014

Kirim Naskah Ke Penerbit

Kirim Naskah Ke Penerbit
Cover depan sementara

Rasamya plong udah kirim naskah lengkap dengan proposal dan surat penawaran ke penerbit. Malamnya aku kirim email pemberitahuan disertai surat penawaran dan proposal ke penerbit. Mau kirim file naskah meskipun cuma sebagian tapi gagal kirim melulu, jadi ya gak jadi kirim toh mereka bisa baca naskah lengkapku yang tebalnya hampir 100 halaman A4 itu.

Aku butuh waktu sekitar  dua sampai tiga bulan untuk menyelesaikan buku berjudul : Mari Berkreasi Membuat Aksesori Sendiri ini. Buku ini berisi 30 tutorial membuat aksesori, meliputi kalung, gelang, bros, cincin, anting dan giwang. Aku membutuhkan waktu agak lama karena harus membuat ke-30 kreasi itu. Karena sebagian besar adalah hasil kreasiku sendiri, maka terjadilah try and error dimana aku harus membuang hasil kreasiku yang jelek. Tekun dan sabar adalah kuncinya dalam membuat buku ini.

Semoga saja penerbit tertarik dan setuju untuk menerbitkan buku perrdanaku ini. Ini penerbit mayor lho, jadi aku gak keluar modal, kecuali untuk membuat aksesori-aksesori yang terdaopat dalam buku ini. Sebelumnya aku kirim email dulu ke penerbit menanyakan tentang hal ini, dan dijawab dengan sangat baik. Mereka memang membutuhkan salah satunya ya buku tentang ketrampilan ini.

Namanya juga sedang mencari peruntungan, semoga Tuhan berkenan mengabulkan keinginanku ini. Amin. Aku harus menunggu kabar dari penerbit paling lambat tiga bulan lagi. Aku sabar kok. Sementara menunggu itu, aku berusaha membuat buku lagi.


Kirim Naskah Ke Penerbit
Cover belakang sementara

Bernafas sebentar dulu baru kemudian merencanakan buat buku lagi. Kali ini buku yang mau aku buat masih buku ketrampilan juga. Kerajinan smock atau seni jahit smock atau membuat smock Jepanglah yang aku pilih.
Perlu membuat smock juga nih bukan sekedar berteori. Yah, butuh waktu lagi untuk membuat buku kedua ini.
Tentang apa itu kerajinan smock, tunggu aja yah.



Salam kreasi,
Rosalia Sus

Wednesday, August 6, 2014

MELUPAKANMU

Melupakanmu


Ketika semua tanya tak terjawab, saat itulah aku harus berpikir ulang .....menimbang-nimbang segala harapku padamu semata. Barangkali semua ini adalah firasat bahwa aku harus segera mengkahiri semua ini.

Barangkali semua ini tak lagi berarti untukmu, bahkan sejak semula pun tak berarti bagimu. Barangkali hanya akulah yang suka memaksamu tanpa terasa, terlibat pertemanan yang seperti ini. Namun bagaimana lagi bila hatiku mengarah hanya padamu?

Barangkali aku yang salah, barangkali hatiku yang salah, barangkali semua kejadian ini yang salah. Bila demikian lalu mengapa? Mengapa dengan semua ini? Aku tak berhenti bertanya, dan aku selalu tak temukan jawaban berarti.

Biarlah aku mencoba melupakanmu, di sana. Aku sadari diriku yang seperti ini, tak berarti bagimu yang hebat. Aku angkat topi untuk semua kesuksesanmu. Kini saatnya aku balik badan, pergi meninggalkanmu.

Tuesday, August 5, 2014

Aku Mengerti


Aku Mengerti

Jadi alasannya karena itu? Aku sangat mengerti, tapi mengapa kamu tak balas semua sms dan telponku? Apa kamu takut moodmu menjadi hilang gara-gara membaca smsku? Seharusnya kamu tahu bahwa aku sangat pengertian. Mestiya kamu tahu itu.

Orangtuamu berlima beserta saudara-saudaramu mengunjungimu di Jakarta. Tentu saja sebagai anak yang berbakti kamulah yang menemani mereka dan membeayai mereka selama di Jakarta. Sekali lagi, aku mengerti.

Yang tak aku mengerti adalah bahwa kamu sama sekali tidak meminta maaf telah mengecewakanku dengan sangat. Kamu baru meminta maaf setelah aku ingatkan. Ya sudahlah, gak papa.

Kamu sudah sms aku juga sudah telpon aku, syukurlah bahwa kamu baik-baik saja.

Hari kerja sudah dimulai lagi. Aku mengerti bahwa kamu akan disibukkan lagi dengan pekerjaanmu. Sedang banyak kasus, itu katamu. Aku mengerti. Aku harap kamu berhati-hati dalam menangani kasus-kasus tersebut.

Semoga saja September kamu jadi datang mengunjungiku ke Solo. Itu hari ulang tahunku, sayang. 
Bahwa kamu memintaku agar menjaga diriku, tentu saja aku turuti.

Bla bla bla ........................

Selamat bekerja.


Peluk ciumku untukmu sayang.

Saturday, August 2, 2014

Menghalau Galau II


Menghalau Galau II

Ini bukan tentang puisi. Bagaimana pun harus kuhadapi semua kenyataan yang ada, sepahit apapun. Meski rasa pahit cukup sering kukecap, namun rasa pahit yang ini sangat pahit terasa. Deraian air mata tertumpah sudah. Kesedihan dan kegalauan coba kuhempas sejauh mungkin. Yang tersisa memanglah kenyataan pahit ini, kecewa berat.

Tak baik bila terlalu lama larut dalam kesedihan, maka aku harus menghalau galau ini. Aku harus mencari kegiatan yang dapat mengalihkan pikiranku meski sejenak.Aku ingat masih ada beberapa potong kain yang bisa aku jadikan pakaian. Selendang, bagian dari set kain India akan aku buat blus kelelawar, sementara kain tenun ikat pemberiannya akan aku buat sebuah rok panjang dan sebuah sackdress.

Menghalau Galau II

Blus kelelawar warna oranye selesai sudah aku jahit. Esoknya aku pakai ke gereja. Temanku bilang blusku bagus sekali warnanya. Dia kagum waktu aku bilang blus itu aku jahit sendiri dan blus itu sebenarnya adalah sebuah selendang. Aku kreatif, katanya.

Kain tenunnya aku potongi untuk dijadikan rok panjang yang dipadukan atasannya dengan kain polos, entah kebaya atau baju kurung. Setelan seperti ini bisa dipakai saat menghadiri acara formal.
Sisa kain tenunnya akan aku jadikan sackdress dengan memadukannya dengan kain tenun polos, sisa dari Batik Keris. Sebetulnya masih ada sebuah selendang padunan dari kain tenun tersebut, namun aku membiarkan saja selendangnya untuk difungsikan tetap sebagai selendang.

Menghalau Galau II

Barangkali kain tenun ini dibuat secara ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) jadi mudah terurai benangnya. Aku menyiasatinya dengan mengobras sisi kainnya secepat mungkin. Kain tenun ini berwarna hijau, sebuah warna yang mulanya tak aku suka. Makanya begitu lamanya kain  tenun ini teronggok di lemari. Namun ternyata warna kulitku cocok juga bila mengenakan baju berwarna hijau. Dan, aku mulai jatuih cinta dengan warna hijau. Apalagi shio-ku adalah naga kayu yang memang cocok dengan warna hijau. Semoga saja warna hijau membawa hoki.

Kalo membuat pakaian paling males sebenarnya kalo harus buat pola, karena ada hitung-hitungannya. Cukup rumit. Tapi ya harus dikerjakan mau tak mau karena pola adalah hal terpenting dalam membuat pakaian. Kalo ukuran badan berubah-ubah maka pola pun ikut berubag-ubah.

Masih banyak kain yang bisa dimanfaatkan menjadi pakaian. Aku mengambil dua potong kain lagi, kain sisa produksi dulu. Keduanya aku buat dua buah rok : pendek dan panjang.

Menghalau Galau II

Rok panjang yang terbuat dari kain jarit batik ini bisa dipadukan dengan kebaya untuk acara resmi.
Untuk kebaya atau blusnya biar kapana-kapan aku mencari kainnya dulu di toko kain. Aku akan mencoba membuatnya sendiri. Kesulitan yang kualami adalah bila harus membuat pola lengan, itu saja.

Siapa tahu dari hobi yang aku kerjakan secara iseng guna menghalau galau ini bisa menghasilkan sesuatu yang berharga ekonomis. Semoga. Amin.