Rose is love

Mawar identik dengan cinta karena mawar bisa mengungkapkan betapa indahnya cinta, betapa romantisnya cinta.

Wanita

Wanita ibarat kelembutan yang rapuh, namun wanita memiliki kekuatan yang dasyat tak terkira.

Solo

Solo atau Surakarta merupakan kota eks karesidenan di Jawa Tengah. Solo adalah kota yang sangat berkembang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Embun Pagi

Embun menetes tiap pagi hari, menyentuh dedaunan, bunga-bunga, dan segala permukaan di bumi. Embun sungguh menyejukkan hati kita, membeningkan pikiran kita.

Kucing

Kucing adalah hewan yang paling menyenangkan. Tingkah polahnya yang lucu bisa menghalau galau dan menggantikannya dengan senyum bahkan tawa.

Sunday, January 4, 2015

1Day1Dream: Membuat Cerpen Untuk Buku Antologi (5)

1Day1Dream: Membuat Cerpen Untuk Buku Antologi
Gambar diambil dari sini
Aku masih mempunyai tugas membuat sebuah cerpen romantis untuk proyek WSC (Woman Script $ Co). Ini karena aku mengikuti grup WSC Proyek buku terbit dengan proyek  terbarunya yaitu kumpulan cerpen romantis.  Beberapa naskah antologi sudah aku kirim, namun untuk cerpen romantis masih belum aku buat.

Pengalaman hidupku secara nyata sangat jauh dari kata romantis, kecuali dalam anganku aku ini sangat romantis. Jadi tentu saja aku agak kesulitan membuat cerpen romantis karena minimnya pengalaman. Dengan demikian aku harus mengerahkan segala ide dan kreatifitas. Akan lebih mudah bila aku mempelajari atau mengambil cerita dari kisah nyata orang lain atau pasangan lain. Begitu lebih baik.

Ada lima pilihan cerpen romantis yang bisa dibuat, yaitu:
  1. Kisah romantis yang manis dan sederhana,
  2. Kisah romantis dengan berbagai intrik (politik, sosial budaya dan ekonomi),
  3. Kisah romantis fantasi dan legenda,
  4. Kisah romantis yang gelap (dark), KDRT dan ketegangan lainnya, dan
  5. Kisah romantis dengan tema yang beda dengan diatas (barangkali penulis punya ide lain).
Aku memilih nomor 5, kisah romantis dengan tema yang beda dengan di atas. Aku memilih yang ini karena PJ-nya sudah familiar. Namun sebenarnya belum satu pun ide yang nyantol pasti untuk dijadikan dasar pembuatan cerpen. Sekedar gambaran kasar sudah ada, berdasar kisah nyata temannya teman. Tetapi harusnya cerita ini termasuk pilihan yang nomor 2. Tapi kenyataannya quota di pilihan tersebut sudah penuh. Wah, jadi bingung kalau begini. Jadi mentah lagi, artinya aku benar-benar belum menemukan ide satupun. Nekat banget. DL nya tanggal 15 Januari 2015. Masih ada waktu.

Saturday, January 3, 2015

1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur (4)

1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur

Seorang teman pernah bertanya:
"Kamu suka olahraga apa?" 
Dan, kujawab:"Nggak". 
Aku tahu bahwa jawabanku salah. Olahraga sangat penting apalagi untuk usiaku yang seperti ini dan untuk sesak nafas yang kadang kambuh.
Maka dari itu aku berjanji akan berolahraga secara teratur. Cukup berjalan kaki saja, tidak usah olahraga yang mahal-mahal, misalnya ikut fitnes atau senam berbayar.

Minggu pagi ini aku memakai celana training dan t-shirt serta sepatu olahraga. Berjalan keluar berpapasan dengan seorang tetangga yang bertanya:
" Mau ke mana mbak?". 
"Car free day", jawabku. 
Eh dia nanya lagi:" Jalan kaki?" 
Kujawab: "Iya". 
"Wah hebat", katanya.

Aku baru pertama kali ini akan ke CFD yang digelar sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo, padahal lokasinya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja dari rumah. Anakku suka malas bila kuajak. Sendirian pun tak apalah. Ibu-ibu di sini ikut senam kalo Minggu pagi, sementara aku tidak ikut. Berjalan kali sembari menghirup udara pagi yang belum berpolusi sangat nyaman. Cape tak terasa, aku sudah sampai ke lokasi CFD. Banyak orang berlalu lalang, bersepeda atau sambil mengajak anjingnya jalan-jalan.


1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur

Sepanjang jalan banyak ditemui pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di atas trotoar. Aku berjalan di trotoar saja, tidak di jalan raya. Aku kan sendirian jadi tak akan mengesankan seperti orang hilang.
Aku belum sarapan, jadi aku berjalan sambil mencari jenis makanan yang kuinginkan. Tak hanya makanan saja yang digelar, namun juga ada pakaian, aksesori anak-anak, permainan anak-anak, dsb. 

1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur

Di area CFD ternyata ada juga senam. Entah mereka berasal dari mana, mengingat sebagian besar yang mengikuti senam mengenakan seragam. Gerakan senam yang terkadang menggoyangkan pinggul,  mengundang celotehan pejalan kaki.

1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur

Makanan yang aku beli untuk sarapan hanyalah seporsi kecil sate lontong khas Madura. Begitu banyak makanan yang tersedia, namun karena aku ingin membelinya untuk dimakan di rumah ya sate inilah. Makanan lainnya adala bubur ayam, mie ayam, lontong opor, soto, dan sebagainya yang lebih pantas dinakam di tempat. Makan sendirian di suasana kebersamaan orang lain membuat hati tak nyaman.

1Day1Dream: Pengin Berolahraga Secara Teratur

Di tengah jalan aku temui makanan yang unik yang belum pernah kucoba. Kata penjualnya, namanya supasup. Kedengarannya seperti itu tapi penulisannya enta benar entah tidak. Harganya delapan ribu. Aku membeli satu aja, mencoba. Di atasnya seperti roti tapi di mangkok alumunium foilnya berisi sup kental. Isinya ada yang jagung, ada yang ayam. Yang kupilih ternyata berisi sup kental jagung. Hanya dua makanan itu saja untuk sarapanku hari ini di rumah.

Ternyata jalan-jalan sehat di pagi hari lumayan nyaman. Aku menghabiskan waktu sekitar satu jam di CFD tadi. Ini adalah awal yang baik untuk aku berolahraga secara teratur. Untuk kepentingan yang dekat-dekat tentunya lebih baik bila aku berjalan kaki saja, selain ngirit bensin juga menyehatkan. Yang jelas, jalan-jalan sehatku bertujuan agar asmaku sembuh, peredaran darah terutama di kaki baik untuk menghindari varises, menyehatkan jantung, dan untuk kesehatan secara menyeluruh. Berolahraga tidak harus mahal, jalan kakii tak membutuhkan beaya.

Salam sehat Indonesia.

1Day1Dream :Nyicil Mengepak Barang-barang Pra Pindah (3)



Besok siang anakku kembali dari berlibur lama di Jakarta sekaligus mengunjungi papanya.  Tanggal 5 kegiatan bersekolah dimulai lagi. Untuk itu keadaan rumah haruslah rapi agar dia merasa nyaman untuk belajar di rumah. 

Kemarin-kemarin ini aku disibukkan dengan adanya tamu seekor dua ekor tikus yang bikin pusing. Setiap sudut rumah sudah aku bersihkan, sekaligus mengepak barang-barang yang untuk sementara tidak digunakan. Tumpukan dos masih ada di ruang tengah, harus segera dipindahkan agar lalu lalang manusia tidak terhalang. Maklumlah rumah ini sempit banget ditambah barang yang lumayan banyak Tikus-tikus yang muncul adalah akibat dari rumah ini yang dilewati oleh selokan di bawahnya. Jadi ya begitulah adanya, gangguan dari tikus yang tak segan-segan.

Anakku tidak suka tinggal di rumah kumuh ini. Ya aku maklum dia kan anak jaksa jadi rumah ini memang tak layak untuknya. Rencana Maret nanti kami akan pindah ke perumahan di Solo Baru, tempat pertama kali aku tinggal di Solo belasan tahun lalu. Untuk itu aku harus mulai mengepak barang-barang dan sebagian lagi dijual murah atau diberikan orang. Yang dijual murah terutama adalah barang-barang sisa produksi, yang kini tak diproduksi lagi.

Dos-dos yang sudah terisi harus segera di-lakban agar tidak dimasuki tikus. Rencana aku akan tumpuk dos-dos tersebut di kamar sebelah di atas dipan yang mungkin akan dijual karena tak terpakai. Sebaiknya aku tak lagi menaruh barang-barang di bawah agar tak lagi direcoki tikus kurang ajar.

Barang-barangku lumayan banyak. Dulu sewaktu pindahan dibutuhkan empat kali angkut dengan mobil bak terbuka biasa. Agar nantinya mengangkutnya tidak berkali-kali, aku siasati dengan caraku sendiri. Spring bed dan sofa rencananya akan aku ganti cover, jadi untuk masalah angkutan diserahkan pada orang yang merenovasinya. Sementara dipan kayu akan dijual saja, karena kemungkinan anakku meminta agar papanya membelikan bed baru untuknya. Tadinya aku berencana akan menjual saja spring bed dan sofa dan membeli bed single dan satu set meja kursi tamu, tetapi kemudian aku berpikir lebih baik direnovasi saja. Ini adalah cara hemat untuk mendapatkan springbed dan sofa yang nampak baru. 

Besok masalah pengepakan barang, memilih barang sisa produksi yang akan dijual murah, dan merapikan rumah harus selesai. Barang sisa produksi harus secepatnya aku serahkan ke orang yang bersedia menjualnya. Dan, semoga barang-barang yang akan kujual laku keras.

Thursday, January 1, 2015

#1Day1Dream : Pengin Aktif di Kegiatan Lingkungan Gereja (2)


1Day1Dream: Pengin Aktif di Kegiatan Lingkungan Gereja

Aku pindah ke rumah ini sudah setahun tetapi aku belum mendaftarkan diriku sebagai umat Katolik di lingkungan di sini. Biasanya aku langsung mendaftar ke ketua lingkungan, tetapi kali ini tidak. 

Kemarin sore ada warga Katolik di dekat rumah yang meninggal. Inilah saatnya aku untuk turut ambil bagian, meskipun hanya ikut di pemberkatan jenazah saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan aku akan ikut di sembahyangan2 berikutnya untuk arwah tersebut, misalnya misa atau ibadat sabda di hari ke-tujuh, hari ke-empat puluh, dan sebagainya.
Sebagai penganut agama minoritas, tentu aku harus ikut mendukung bila ada acara2 keagamaan di sekitarku.

Sayangnya aku hanya beberapa bulan lagi tinggal di sini, karena akan pindah ke rumah yang lebih baik. Aku berjanji di tempat yang baru nantinya aku dan anakku akan aktif di kegiatan lingkungan. Tempat yang baru nanti sebenarnya adalah tempat lama karena pertama kali aku tinggal di Solo adalah di perumahan tersebut.

Sebagai keluarga yang hanya beranggotakan seorang anak dan aku sebagai kepala keluarga yang beragama Katolik, tentu aktif di lingkungan sangat bermanfaat. Bila terjadi sesuatu maka umat lingkungan adalah yang pertama-tama membantu. Tentunya sangat tidak diharapkan terjadi hal-hal yang negatif. 

Sebagai keluarga kecil minoritas semoga bisa memberikan sinar cahayanya bagi lingkungan sekitar.

#1Day1Dream : Pengin Ke Pantai Parangtritis Jogja (1)


Pengin Ke Pantai Parangtritis Jogja

Liburan panjang bagi anakku dan PNS ini lumayan panjang sekitar dua minggu. Seharusnya aku yang pengangguran ini juga ikutan libur karena aku tak pernah berlibur selama ini. Menunggu dan menunggu janji seorang teman PNS yang tak kunjung tiba membuatku sangat kecewa dan membiarkan waktu berlalu begitu saja.

Kukira kini saatnya aku akan pergi ke Jogja sendirian naik motor aja biar ngirit dan fleksibel. Aku harus berlibur meski sebentar agar pikiranku yang sudah jenuh ini kembali segar. Bila demikian maka aku akan lebih mudah mendapatkan ide-ide untuk menulis dan berbagai kreatifitas lainnya. 

Aku akan berkunjung ke rumah famili yang terletak di sekitar Jalan Parangtritis Jogja. Tentunya ke Pantai Parangtritis tidak begitu jauh. Rencananya kami akan menginap di sana agar pagi harinya aku dapat jalan2 di pantainya. Familiku bilang bahwa penginapan di sana jelek2 dan murah, dua puluh lima ribu pun boleh. Tidak apalah aku kan petualang, sebenarnya. Menginap sambil menyelami kehidupan orang2 pantai. Tapi takutnya kalo didatangi Nyi Roro Kidul, hmm ... tidaklah.

Aku memilih pantai karena beberapa hari ini nafasku agak tersengal. Barangkali saja asmaku kambuh. Asmaku bukanlah penyakit keturunan namun dikarenakan banyaknya kucing yang kupelihara beberapa waktu lalu. Jadi aku harus menghirup udara pantai pada waktu pagi2. Jalan2 di pantai pagi2 asyik juga.

Meskipun aku tak jadi jalan2 sama temanku yang udah berjanji itu, tak apalah. Terima saja keadaan ini. Kebetulan dia juga berada di Jogja, di Kaliurang. Dia bilang tanggal dua puluh empat kemarin sudah sampai Jogja. Entahlah saat ini dia berada di mana. Dia memang bensr2 kebangeten, bukankah jarak Jogja-Solo terbilang dekat? Biarlah, mungkin lain waktu.