Tuesday, July 2, 2013

Nnormal


"Bila anak dididik secara tidak normal, maka untuk menjadi normal saja butuh perjuangan apalagi menjadi sukses"



Ini tentang masa kecilku. Waktu aku kecil sampe lulus SMA segala tingkah laku sangat dipantau orangtua. Rasanya sesak sekali hidupku, bahkan untuk bernafas aja aku tidak bebas. Menghela nafas panjang yang dihentakpun tidak boleh. Repot sungguh repot.
Terus terang sejak aku kecil aku selalu dipingit, sementara saudara yang serumahpun tak ada. Hanya ada orangtua, terkadang nenek, pembantu rumah tangga dan tukang kebun. Jelas aku sangat kesepian, aku kuper. Masa balitaku, aku hanya dapat menonton dari balik jendela kaca teman2 bermain di luar rumah malam2. Ingin seperti mereka tapi tak bisa. Teman2 yang boleh main ke rumahpun dipilih2 dan dibatasi, dan pada akhirnya semua tak masuk hitungan alias gak ada teman yang main ke rumah. Kebetulan ada kucing sedang beranak di atas rumah, sejak itu aku berteman sangat dekat dengan kucing sampe sekarang. 
Bahkan ketika SMA ketika ada teman yang datang, seakan2 sangat dipantau. Aku merasa jengah. Keluar rumahpun tak boleh. 
Aku pernah ingin bunuh diri saat SMP, karena tak tahan dengan semua keadaan itu. Aku sulit berteman dan pendiam. Aku tak punya prestasi apapun.
Semua trauma itu membekas sampe saat ini. Sering aku berpikir, pantaskah aku berteman dengan mereka?
Aku ini siapa? Aku ini apa? Teringat dulu sewaktu orangtuaku membeda2kan teman2ku.
Kini, udah setua ini trauma itu masih saja ada padahal aku ini kan wiraswasta yang harusnya dituntut untuk berteman dengan sebanyak mungkin orang. Terus terang saat ini aku minder, apalagi dengan status baruku dan juga usahaku yang belum lancar ini.
Namun aku terpaksa untuk nekat demi mewujudkan masa depan impianku. Tidak perlu malu untuk belajar dan bertanya pada siapapun, sementara untuk meminta tolong aku masih sungkan takut ditolak.

 

0 comments: