Rose is love

Mawar identik dengan cinta karena mawar bisa mengungkapkan betapa indahnya cinta, betapa romantisnya cinta.

Wanita

Wanita ibarat kelembutan yang rapuh, namun wanita memiliki kekuatan yang dasyat tak terkira.

Solo

Solo atau Surakarta merupakan kota eks karesidenan di Jawa Tengah. Solo adalah kota yang sangat berkembang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Embun Pagi

Embun menetes tiap pagi hari, menyentuh dedaunan, bunga-bunga, dan segala permukaan di bumi. Embun sungguh menyejukkan hati kita, membeningkan pikiran kita.

Kucing

Kucing adalah hewan yang paling menyenangkan. Tingkah polahnya yang lucu bisa menghalau galau dan menggantikannya dengan senyum bahkan tawa.

Saturday, August 8, 2015

Detak Cinta


Malam telah larut melewati dini hari
Senja terlara telah kulewati
Inikah akhir dari penantianku?

Sekedar untuk menutup rangkaian puisiku
Beginikah cinta sejatiku berakhir?
Memang belum pernah sekalipun bersua

Sungguh aneh kisah cintaku yang ini
Tiga tahun lamanya waktu tersia
Tiga tahun lamanya cintaku teruji

Namun janji bertemu hanyalah janji
Tak merasa bersalah sedikitpun
Tlah campakkan hatiku yang tulus suci

Cinta ini masih berdenyut untuknya
Labil terkadang stabil
Detak cinta terkadang tak selaras

Hati dan asaku bergelayut pada denyut cinta
Menunggu irama detak yang teratur
Pertanda cinta berjalan selaras


 


Hati Yang Terdera

Hati yang terdera

Bahagia itu belum menghampiriku 
Sejenak kuterpaku pada lintasan waktuku 
Lama nian tlah kunanti hadirnya di sisi 

Sang waktu …. 
Memburu dan mendesakku ‘tuk segera 
Namun apalah dayaku sebagai manusia biasa 

Aku tlah dicampakkan oleh yang kusayang 
Hatiku meratap, tiada kata yang terucap 
Mataku merebak … tangis pun mengalir 

Aku tak kuasa melihatnya bersama yang lain 
Tak tega kubiarkan hatiku yang terdera 
Entah apa yang ‘kan kulakukan …

Friday, August 7, 2015

Rindu Dendam

Rindu Dendam

Raga ini begitu lemah seolah tiada daya 
Mengapa kau hempaskanku tiada terkira? 
Sakit di hati ini memanglah sangat sakit 
Melihat kau jauh tanpa kata tanpa sapa 

Begitu lamanya kutunggu hadirmu di sisi 
Tanpa penjelasan kau abaikanku kemarin 
Entah sudah berapa wanita kau hampiri 
Di sini ku merindumu di sana kau bersuka 

Tega nian kau sungguh sangat tega 
Hempaskan segala harapku padamu 
Kau hamburkan asaku ke udara pekat 
Terjatuh menyerpih terserak di bumi 

Inginku hapuskan kau dari ingatanku 
Kugeleng-gelengkan kepalaku 
Kuhentak-hentakkan kedua kakiku 
Kuputar-putarkan badanku 

Segala usaha ‘tuk lupakanmu sirna 
Kini aku tersiksa terkepung asa padamu 
Oh kepada siapa ‘kan kutumpahkan 
Segala keluh kesah dan rindu dendamku

Friday, July 24, 2015

Andai Saja Bisa

Andai Saja Bisa

Andai saja bisa ....
Ingin kugantikan dirimu dengan yang lain
Namun begitu sulit melupakan sosokmu
Selama ini kamu mengganggu pikiranku

Mesti hanya dirimu sajalah yang ada di hatiku
Kuakui itulah yang terjadi apa adanya
Namun kenapa kamu sungguh tega padaku?
Janji bagiku adalah sesuatu yang mesti ditepati

Begitu teganya kamu ingkari janjimu sendiri
Tanpa kabar sedikitpun darimu
Mengapa ini terjadi padaku dan padaku lagi
Dan kamu lagi kamu lagilah pemainnya

(Solo, 25 Juli 2015)

Monday, July 20, 2015

Kamu

Kamu

Aku mengenalnya lewat media social yang masih favorit di Indonesia ini, yaitu facebook. Itu lebih dari tiga tahun yang lalu. Tak usahlah lagi aku menceritakan tentang awal aku mengenalnya karena telah berulang kali aku menuliskannya di sini, di blogku ini. 

Singkat cerita sudah setahun lebih aku jadian dengannya, tentu saja jadian di udara. Kami belum pernah bertemu sejauh ini. Dulu dia memang tinggal dan kerja di Jakarta, selingkungan kantor dengan mantanku. Kemudian dia pindah ke Surabaya sementara mantanku pindah ke Ciamis. 

Dia dan mantanku pernah selingkungan kantor bahkan mungkin juga satu gedung, bahkan mungkin juga satu ruang, siapa tahu.Dengan demikian tentu saja mereka saling mengenal. Dia jelas mengenal mantan suamiku, mungkin juga mengenal istrinya yang sekarang. Ah! 

Pernah suatu kali aku menceritakan kedekatanku dengannya ke mantanku. Mantan cuma mengomentari bahwa aku sedang bermimpi. “Ngimpiiiiiiii”, begitulah katanya. Aku ingin sekali membuktikan bahwa perkataannya itu tidaklah benar. Ingin sekali aku dan dia pergi ke Semarang dimana dia masih berada di sana, di tempat ibunya. Ingin sekali aku melihat reaksi wajahnya yang melongo. 

Ah hal itu belum kesampaian juga. Dia masih juga belum mengunjungiku. Tiga kesempatan dia lewatkan begitu saja, liburan lebaran tahun lalu, liburan Natal dan yang sekarang. Ada apa? Ada apa gerangan? 

Berbagai tanya dan bayangan berseliweran di benakku. Aku mencoba berpikir positif selama ini, tapi … tapi … Semakin lama aku semakin merasa hanya di-PHP saja. Aku yang sudah berumur ini masih bisa di-PHP, oh tega nian sikapnya. Sebenarnya salahku juga mengapa percaya begitu saja padanya. 

Dia tak bisa dipercaya, cukup banyak hal yang membuktikan hal tersebut. Gak bisa datang atau ingkar janji tapi tak sepatah katapun yang terucap lewat SMS atau BBM sekalipun. BBM cuma centang dan telpon tak aktif. 

 Lalu kenapa dia pernah bertanya tentang niatnya untuk menikah di gereja Katholik? Bila tidak denganku lalu siapa yang dimaksud? Pertanyaan ini juga masih di bulan ini kok. Oh PHP kok keterlaluan banget kayak gini. Terus kenapa dia tak juga datang mengunjungiku? 

Tuhan, aku pasrahkan semua masalah ini kepadaMu.