Rose is love

Mawar identik dengan cinta karena mawar bisa mengungkapkan betapa indahnya cinta, betapa romantisnya cinta.

Wanita

Wanita ibarat kelembutan yang rapuh, namun wanita memiliki kekuatan yang dasyat tak terkira.

Solo

Solo atau Surakarta merupakan kota eks karesidenan di Jawa Tengah. Solo adalah kota yang sangat berkembang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Embun Pagi

Embun menetes tiap pagi hari, menyentuh dedaunan, bunga-bunga, dan segala permukaan di bumi. Embun sungguh menyejukkan hati kita, membeningkan pikiran kita.

Kucing

Kucing adalah hewan yang paling menyenangkan. Tingkah polahnya yang lucu bisa menghalau galau dan menggantikannya dengan senyum bahkan tawa.

Showing posts with label perjudian. Show all posts
Showing posts with label perjudian. Show all posts

Saturday, November 23, 2013

Prediksi Jitu: Judi Yang Selalu Merugikan


Judi adalah penyakit masyarakat yang sudah ada sejak jaman dulu dan sulit diberantas. Di Indonesia, judi mulai marak dengan munculnya JUDI TOGEL dan NALO (Nasional Lotre).  Togel dari kata toto gelap, yang berarti judi tebak angka rahasia. Pembeli togel sangat ramai. Bagaimanapun judi sering dianggap sekedar pengisi waktu luang dan merupakan permainan iseng-iseng berhadiah. Inilah fakta bahwa judi di masyarakat merupakan hal yang biasa. Judi tak lagi dianggap sebagai pelnggaran norma hukum, norma agama, norma adat dan norma kesusilaan.

Bila kita ingat pada waktu kita kecil dulu, maka ada beberapa jenis permainan yang sama dengan permainan judi , misalnya permainan karet atau kelereng. Permainan ini dilakukan oleh minimal 2 anak dengan mempertaruhkan karet atau kelerengnya. Yang kalah dalam permainan tersebut akan kehilangan karet atau kelerengnya. Untuk dapat mengikuti permainan lagi, maka si anak harus membeli karet atau kelereng lagi. Secara tidak langsung permainan ini mengajarkan anak-anak untuk berjudi. Orangtua telah lengah dalam hal ini atau memang tidak menyadarinya.

Sangat disayangkan bahwa perjudian yang dilakukan di Indonesia lebih didominasi oleh mereka dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Barangkali judi adalah sejenis candu, sekali coba dan menang akan semakin memacu hasrat berjudi dengan taruhan yang lebih besar dan lebih besar lagi. Itulah sebabnya banyak orang yang tadinya kaya raya kemudian menjadi jatuh miskin hanya gara-gara kecanduan judi. Bila sudah begini maka anak istri menjadi korbannya, sekolah anak terlantar dan tak mempunyai pekerjaan lagi. Betapa meruginya orang-orang yang suka bermain judi.


Definisi Judi
 
Menurut Ensiklopedia Indonesia,:" Judi adalah suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan, permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat diduga".
Sedangkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 303 ayat (3) mengartikan: "Judi adalah tiap-tiap permainan yang mendasarkan penghargaan buat menang pada umumnya tergantung kepada untung-untungan saja dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan permainan. Termasuk juga main judi adalah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala permainan lain-lainnya".


Jenis-Jenis Perjudian


Dalam PP Nomor 9 Tahun 1981 Tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian, perjudian dikategorikan menjadi tiga (3), yaitu :
Pertama, perjudian di kasino yang terdiri dari roulette, blackjack, baccarat, creps, keno, tombola, super ping-pong, lotto fair, satan, paykyu, slot machine (jackpot), ji si kie, big six wheel, chuc a luck, lempar paser/bulu ayam pada sasaran atau papanyan berputar (paseran), pachinko, poker, twentyone, hwa hwe serta kiu-kiu;
Kedua, perjudian di tempat keramaian yang terdiri dari lempar paser / bulu ayam pada sasaran atau papan yang berputar (paseran), lempargelang, lempar uang (coin), kim, pancingan, menembak sasaran yang tidak berputar, lempar bola, adu ayam, adu sapi, adu kerbau, adu kambing.domba, pacu kuda, karapan sapi, pacu anjing, kalai, mayong/macak dan erek-erek;
Ketiga, perjudian yang dikaitkan dengan kebiasaan yang terdiri dari adu ayam, adu sapi, adu kerbau, pacu kuda, karapan sapi, adu domba/kambing.

Bila kita perhatikan, maka sarana atau alat yang digunakan dalam perjudian di masyarakat meliputi hewan, kartu, mesin ketangkasan, bola, video, internet dan berbagai jenis permainan olah raga.
Siapa Saja Pelaku Judi?

Pelaku judi meliputi berbagai kalangan: tua maupun muda, kaya maupun miskin, pengusaha, pekerja, pengangguran, pria maupun wanita, di kota maupun di desa.
Di Indonesia, pelaku judi didominasi oleh kalangan menengah ke bawah.


Di Mana dan Kapan Judi Dilakukan?

Judi dapat dilakukan di mana saja, terutama di tempat yang tersembunyi dari aparat penegak hukum.
Di mana ada tempat dengan beberapa orang berkumpul dengan minat yang sama soal judi, maka di situlah judi dilakukan. Misalnya beberapa tukang becak yang sedang menunggu penumpang berkumpul di pinggir jalan kemudian berjudi, Berjudi di sini bisa sekedar untuk mengisi waktu atau malah sudah menjadi semacam kebutuhan.
Di Solo, bila ada warga yang menggelar hajatan biasanya pada malam hari diadakan acara "lek-lekan" (para pria berkumpul di tempat hajatan tersebut untuk menemani si empunya hajat), dan bukan rahasia lagi bila acara "lek-lekan" diisi dengan judi kecil-kecilan yang dilakukan sebagai pengisi waktu dan bersifat iseng. Hal ini malah sudah menjadi semacam budaya.
 Judi juga dapat dilakukan di warnet, lokalisasi, kampung/desa (bila sarana/alat untuk berjudi berupa hewan: ayam, kerbau, domba, dan sebagainya), pulau terpencil, arena judi, rumah, dan sebagainya.
Judi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

10 tempat terbaik di dunia untuk berjudi secara legal:

 1. Las Vegas
Tempat ini merupakan tempat pilihan terbaik untuk berjudi. Tempat ini didesain secara mewah, sehingga para wisatawan menjadi betah; 

 2.Macau, China
Ini adalah tempat pilihan kedua setelah Las Vegas. Di sini tersedia 3400 mesin slot dan 800 meja judi. Pemilik resor judi dan hotel adalah Las Vegas Sands Corporation;

 3. Cercle Gaillon , Perancis
Untuk memperluas pilihan, Cercle Gaillon meluncurkan American Poker dan Texas Hold'em. Ada juga Aviation Club de Prancis di Kota Paris yang dianggap sebagai situs perjudian klasik;

 4. Bahama, Karibia
Tempat terbaik untuk berjudi di Karibia adalah Atlantis Resort di Paradise Island, Bahama. Ini adalah resor dan kasino besar yang menyediakan berbagai permainan, restoran, pantai dan atraksi lainnya. Poker Stars Carribean Adventure merupakan turnamne terbesar dalam poker yang diadakan tiap tahun;

 5. Monako
Di sini dapat dijumpai uji keberuntungan di kasino dengan orang-orang terkenal dan kaya. Di Monako ini terdapat Casino de Monte Carlo yang legendaris, merupakan salah satu kasino indah di dunia;

 6. Australia
Mesin poker yang bernama pokkies merupakan jenis permainan judi paling favorit di Australia. Permainan ini menyebabkan 70% - 80% warga di sana kecanduan; 

 7. Inggris
Klub dan kasino terkenal di London terletak di tempat glamor Mayfair, sekalugus klub game tertua, Crockfords;

 8. Cruise Ship
Di setiap kapal pesiar pasti ada kasino karena para wisatawan melewatkan berminggu-minggu di kapal, kasino sebagai salah satu pengalih perhatian. Cruise Lines dengan pelayanan kasino terbaik adalah Norwegia Cruise Lines, Royal Carribean Internasional dan Karnaval.

 9. Sun City Afrika Selatan
Sun City adalah versi lain dari Las Vegas. The Carousel Casino menawarkan pelayanan dan hiburan yang luar biasa.

10. Jerman
Kasino terbesar dan tertua di Jerman adalah Kurhaus di Baden Baden.

Dengan adanya tempat-tempat perjudian legal dan mewah tersebut semakin membuktikan bahwa judi bisa menarik minat semua kalangan, dari kalangan atas sampai kalangan bawah.


Mengapa Orang Berjudi? 

Perilaku berjudi memiliki banyak efek samping yang merugikan, terutama bagi si pelaku dan keluarganya. Barangkali judi sudah menjadi semacam candu, sehingga begitu sulit bagi si pelaku judi untuk meninggalkan perilakukanya tersebut. 

 
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berjudi

 1. Faktor Sosial dan Ekonomi
Mayoritas penjudi adalah mereka dengan kondisi status sosial dan ekonomi yang rendah. Bagi mereka, berjudi dianggap dapat meningkatkan taraf hidup. Tidak mengherankan bila di jaman orde baru dulu, undian SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) sangat menarik minat kalangan masyarakat ekonomi rendah, seperti tukang becak, buruh, pedagang kaki lima, dan sebagainya. Mereka berharap dengan modal kesil akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu sekejap tanpa usaha yang besar. 
Kondisi sosial masyarakat yang menerima perilaku berjudi seperti tiu juga berperan besar terhadap tumbuhnya perilaku tersebut dalam komunitas. 

 2. Faktor Situasional
Situasi yang dapat dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi antara lain adalah tekanan dari teman, kelompok atau lingkungan untuk ikut dalam perjudian. Tekanan tersebut membuat orang merasa tidak enak bila tidak mengikuti ajakan tersebut, apalagi bila yang dijadikan contoh adalah penjudi yang berhasil memenangkan hadiah besar.
 3. Faktor  Belajar
Ini yang dalam teori belajar disebut sebagai Reinforcement Theory yang mengatakan bahwa perilaku tertentu akan cenderung diperkuat/diulangi bilamana diikuti oleh pemberian hadiah atau sesuatu yang menyenangkan. Apa yang pernah dipelajari dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan akan terus tersimpan dalam pikiran seseorang dan sewaktu-waktu ingin diulangi lagi.

 4. Faktor Persepsi tentang Probabilitas Kemenangan
Persepsi yang dimaksudkan di sini adalah persepsi pelaku dalam membuat evaluasi terhadap peluang menang yang akan diperolehnya jika ia melakukan perjudian. Para penjudi sulit meninggalkan perjudian karena cenderung memiliki persepsi yang salah tentang kemungkinan untuk menang.  Mereka merasa sangat yakin akan menang, padahal kemungkinan itu sangat kecil. Mereka berpendapat :" kalo sekarang belum menang, maka besok akan menang". Hal inilah yang menyebabkan banyak penjudi yang jatuh miskin.


 5. Faktor Persepsi terhadap Ketrampilan

Penjudi yang merasa dirinya sangat terampil dalam permainan judi akan cenderung menganggap bahwa kemenangan yang diraihnya adalah berkat ketrampilan yang dimilikinya. Mereka menganggap ketrampilan yang dimiliki akan membuat mereka mampu mengendalikan  berbagai situasi untuk mencapai kemenangan atau yang disebut sebagai illusion of control. Dengan demikian mereka selalu memburu kemenangan yang menurut mereka pasti akan didapatkan.



Bagaimana Upaya Memberantas Perjudian?


Sangat sulit untuk memberantas perjudian yang seakan sudah mengakar pada kebiasaan masyarakat kita. Cara terbaik adalah dengan mengatasi akar permasalahannya lebih dulu, yaitu dengan tidak mengijinkan permainan anak-anak yang berbau perjudian atau yang mengarah pada bentuk-bentuk perjudian. Dengan demikian anak-anak terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk tersebut, khususnya tentang perjudian secara tidak langsung.


Selain cara tersebut, ada baiknya jika pihak yang berwajib, dalam hal ini kepolisian, pemerintah dan para sesepuh giat memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang akibat buruk dan merugikan dari aktifitas berjudi. Hal ini sebagai tindakan preventif.



Penerapan hukum yang tepat dan tidak setengah-setengah diharapkan dapat membuat pelaku judi menjadi jera. Menurut pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, bagi mereka yang mempergunakan kesempatan, serta turut serta main judi dihukum penjara selama 4 tahun atau denda setinggi-tingginya 10 juta rupaih , sedangkan bagi mereka yang pernah dihukum penjara, dihukum penjara selama 6 tahun atau denda setinggi-tingginya 15 juta rupiah.



Untuk pelaku judi online, kurangi sedikit demi sedikit aktifitas tersebut, alihkan dengan melakukan aktifitas lain. Ada kalanya mereka melakukan judi online untuk pelarian dari masalah saja, untuk itu kenali sebab-sebab dari pelarian tersebut dan selesaikan masalah dengan tuntas.

Daftar Pustaka:
1. Ensiklopedia Indonesia;
2. Lukevery.blogspot.com;
3. www.psikologi.com;
4. ambagi pangelmu.blogspot.com
5. www. kantor hukum-lhs.com

"Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger"